Bumi Antaluddin

Bupati HSS Pimpin Rakor Bulanan, Bahas Penanganan Karhurla dan Permasalahan Daerah

Setelah sekitar 20 hari masa pemulihan kesehatan pasca menjalani operasi, Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) H Achmad Fikry kembali beraktivitas.

Bupati HSS Pimpin Rakor Bulanan, Bahas Penanganan Karhurla dan Permasalahan Daerah
HO/Humas Pemkab HSS
Bupati HSS H Achmad Fikry memberikan pengarahan kepada para kepala SKPD saat rapat koordinasi bulanan, Agustus 2019 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Setelah sekitar 20 hari masa pemulihan kesehatan pasca menjalani operasi, Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) H Achmad Fikry kembali beraktivitas. Rabu 7 Agustus 2019, Bupati memimpin rapat koordinasi bulanan  di Pendopo Kabupaten HSS.

Pada kegiatan tersebut, Fikry  didampingi Wakil Bupati HSS Syamsuri Arsyad dan Sekda HSS H Muhammad Noor serta para pejabat di pemerintahan HSS.

Rakor rutin bulanan tersebut  membahas hal penting yang perlu segera ditangani di tiap SKPD. Kepala SKPD maupun yang mewakili, mengutarakan permasalahan yang dihadapi SKPD-nya dan meminta arahan langsung dari Bupati HSS.

Bupati HSS H Achmad Fikry memberikan pengarahan kepada para kepala SKPD saat rapat koordinasi bulanan, Agustus 2019
Bupati HSS H Achmad Fikry memberikan pengarahan kepada para kepala SKPD saat rapat koordinasi bulanan, Agustus 2019 (HO/Humas Pemkab HSS)

Sebelumnya, Bupati HSS  H Achmad Fikry, mengatakan bersyukur, pasca operasi yang dia jalani, kondisi kesehatannya membaik.

 “Sekarang hanya masa pemulihan pasca operasi. Terima kasih atas perhatian para pejabat di pemerintahan HSS. Khususnya kepada Direktur RSUD Brigjend H Hasan Basry Kandangan dr  Hj Rasyidah, yang membantu saya. Mulai persiapan operasi, hingga proses penyembuhan,”kata Bupati. 

Salah satu topik yang dibahas pada rakor tersebut adalah terkait  penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

 Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten HSS  Efran menjelaskan, persoalan yang sering dihadapi saat musim kemarau, yaitu Karhutla.

Pemkab HSS, kata Efran telah menetapkan status siaga darurat selama lima bulan ke depan, terhitung 1 Juli hingga 31 November 2019. Hasil pantauan pihak terkait, ada tujuh Kecamatan rawan titik api. Pantauan pada Juli lalu, tercatat ada 61 titik api.

Bupati HSS, Wakil Bupati dan Sekda HSS saat rapat koordinasi seluruh SKPD di Pemerintahan HSS.
Bupati HSS, Wakil Bupati dan Sekda HSS saat rapat koordinasi seluruh SKPD di Pemerintahan HSS. (HO/Humas Pemkab HSS)

Sedangkan Agustus, sampai  kemarin  tercatat  37 titik api. Namun masih ada  titik api  yang tidak terpantau.

“Penanganan Karhutla tanggung jawab bersama dengan masyarakat. Kami  telah melakukan koordinasi dengan semua pihak, agar melakukan pencegahan. Termasuk mobilisasi pasukan pencegahan Karhutla yang diterjunkan ke kecamatan-kecamatan rawan titik api,”jelas Efran.

Sementara, Wabup HSS Syamsuri Arsyad, menambahkan, Presiden RI pada Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Karhutla di Istana Negara Selasa 6 Agustus 2019 menyampaikan empat hal mengenai pengendalian karhutla.  Empat hal tersebut, mencegah Karhutla melalui patroli dan deteksi dini, memadamkan api sesegera mungkin.

 Selanjutnya, memanfaatkan teknologi untuk mencegah Karhutla serta mengarahkan agar pemerintah daerah mulai tingat Provinsi, Kabupaten, Kecamatan, hingga Desa agar  memiliki struktur lengkap. Tiap desa minimal memiliki pemadam kebakaran yang sederhana.

Para kepala SKPD saat berdialog dengan Bupati HSS
Para kepala SKPD saat berdialog dengan Bupati HSS (HO/Humas Pemkab HSS)

Selain masalah Karhutla, juga dibahas mengenai  penyetruman ikan. Menurut Kepala Dinas Perikanan  H Saidinoor, pihaknya telah melakukan upaya preventif melalui penyuluhan.

“Baik melalui pertemuan maupun imbauan melalui spanduk untuk mengingatkan masyarakat. Koordinasi terus kami lakukan dengan  Polsek dan Polres HSS, untuk memback up Polai, khususnya di daerah Bangkau. Termasuk imbauan dan sosialisasi larangan penyetruman ikan telah disampaikan melalui media massa,”katanya. (*/AOL)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved