Berita Kalteng

Kabut Asap Makin Pekat Bikin Warga Kotim Kena ISPA, Polres Tangani 6 Kasus Pembakaran Lahan

Jajaran Kepolisian Polres Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, memproses enam kasus kebakaran lahan yang terjadi di Bumi Habaring Hurung

Kabut Asap Makin Pekat Bikin Warga Kotim Kena ISPA, Polres Tangani 6 Kasus Pembakaran Lahan
Banjarmasinpost.co.id/Faturahman
Papan Display ISPU di Palangkaraya ini, tidak berfungsi, belum juga di perbaiki. Padahal, saat ini sedang musim kabut asap dampak kebakaran lahan di Palangkaraya 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - Jajaran Kepolisian Polres Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, memproses enam kasus kebakaran lahan yang terjadi di Bumi Habaring Hurung.

Dampak kerbakaran lahan yang telah menghanguskan ratusan hektare membuat kabut asap makin pekat di Kota Mentaya tersebut.

Kebakaran lahan di Kalimantan Tengah hingga, Kamis (8/8/2019) masih terus terjadi bahkan terus meluas sehingga mengakibatkan kabut asap tebal yang menyelimuti Kota Mentaya tersebut. Dampaknya, mulai terasa bagi warga Sampit, yang mulai terserang infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Ini kemudian, ditindaklanjuti Poltlres se Kalteng dengan melakukan penindakan lebih tegas terhadap para pembakarahan lahan dengan cara memproses hukum terhadap para pembakar lahan yang membawa dampak pada menebalnya kabut asap yang mengotori udara Sampit dan Palangkaraya.

Baca: Dugaan Kelainan Otak Barbie Kumalasari Saat Istri Galih Ginanjar Tak Malu Suara Nyanyinya Dihina

Baca: OTT di Jakarta, KPK Tangkap Orang Kepercayaan Anggota DPR RI, Amankan Uang Rp 2 Miliar

Baca: iPhone, Huawei dan Samsung Adu Kencang Kecepatan Download, Ternyata Ini Juaranya

Pantauan di Palangkaraya dan Sampit, kondisi kabut asap semakim tebal, karena semakin maraknya kejadian kebakaran lahan, bahkan sudah mengakibatkan udara Palangkaraya dan Sampit menjadi tercemar dan laporan dari Indeks Standar Pencemaran Udara saat ini status udara di Palangkaraya sudah tidak sehat.

Kapolres Kotawarngin Timur, Mohammad Rommel, mengatakan, pihaknya memproses sebanyak enam kasus pembakaran lahan di Kotim."Ada enam kasus pembakaran Lahan yakni empat kasus dalam proses sidik dan dua kasus dal proses lidik di wilayah Kotawaringin Timur," ujarnya.

Menurut dia, pihaknya bertindak tegas karena saat ini dilarang membakar lahan sesuai dengan
Pasal 187 ayat 1 KUHP dan atau Pergub Kalteng Nomor 5 thn 2003, tentang pengendalian hutan dan lahan Pasal 125 ayat (1), a.barang siapa, b.dengan sengaja, c.menimbulkan kebakaran menyebabkan bahaya bagi orang lain dengan ancaman 12 tahun penjara.

(banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved