Berita Tabalong

Klinik Pratama BNNK Tabalong Terima Rehabilitasi Pengguna Narkoba, Miliki Tim Dokter dan Psikolog

Para pengguna yang ingin terlepas dari jeratan Narkoba bisa langsung datang ke BNNK Tabalong dan akan mendapatkan rawat jalan.

Klinik Pratama BNNK Tabalong Terima Rehabilitasi Pengguna Narkoba, Miliki Tim Dokter dan Psikolog
banjarmasinpost.co.id/reni kurniawati
Klinik Pratama BNNK Tabalong siap menerima rehabilitasi pecandu narkoba 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tabalong terus berupaya dalam pemberantasan Narkoba. Bukan hanya dalam pencegahan, BNNK Tabalong saat ini juga telah memiliki klinik untuk membantu para pengguna Narkoba yang ingin melakukan rehabilitasi.

Para pengguna yang ingin terlepas dari jeratan Narkoba bisa langsung datang ke BNNK Tabalong dan akan mendapatkan rawat jalan.

Klinik Pratama BNNK Tabalong memiliki tim dokter dan psikolog yang akan membantu para pecandu. Hal ini disampaikan Husni Thamrin Kepala BNNK Tabalong. Husni menambahkan pihaknya juga bekerjama dengan pihak lain yang bisa menerima rehabilitasi pengguna Narkoba.

Di komponen masyarakat rehabilitasi bisa dilakukan di klinik borneo medical, ditingkat instansi pemerintahan rehabilitasi bisa dilakukan di RSUD Badaruddin dan juga di dua Puskesmas yaitu Puskesmas Kelua dan Tanta.

“Dan semua dilakukan secara gratis tidak ada pembayaran apapun, pengobatan jalan dilakukan selama delapan kali pertemuan meskipun sayangnya beberapa pasien masih ada yang tidak menuntaskan pengobatan hingga selesai dengan alasan transportaasi,” ungkapnya.

Baca: Danlanal Kotabaru Patroli Kemanan Laut : TNI dan Rakyat Harus Bersatu Lawat Praktik Illegal Fishing

Selama ini sudah ada beberapa penggguna Narkoba yang melakukan rehabilitasi dan mengenai layanan ini juga terus dilakukan sosialisasi ke masyarakat. Sehingga warga tidak lagi kebingungan jika ingin membawa anggota keluarga yang ingin mendapatkan rehabilitasi.

Sayangnya saat ini BNNK Tabalong masih belum mengantongi data mapping untuk keberadaan Narkoba karena keterbatasan anggaran. Penindakan juga masih belum bisa dilakukan karena keterbatasan jumlah anggota.

Kepala BNNK Tabalong Husni Thamrin
Kepala BNNK Tabalong Husni Thamrin (banjarmasinpost.co.id/reni kurnawati)

BNNK Tabalong juga menjalankan program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang bekerjasama dengan seluruh pihak dan dilakukan hingga ke tingkat desa. Belum lama ini BNNK Tabalong melakukan sosialisasi yang bekerjasama dengan Karang Taruna Desa Manduin Kecamatan Muara Harus.

“Kami juga membentuk relawan Anti Narkoba di Desa Tanta melalui program Desa Bersinar yang artinya Bersih dari Narkoba, dalam realisasinya relawan ini nantinya akan dibekali dengan pengetahuan mengenai cara pencegahan Narkoba.

Baca: DPRD Kalsel Setujui Dua Raperda Tentang Permukiman dan Peruamahan serta Retribusi Jasa Usaha

Pada moment Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI), BNNK Tabalong menggandeng seluruh lapisan masyarakat dengan bersama sama melawan peredaran Narkoba.

Sebagai bentuk upaya tekad masyarakat dalam memperkuat pemberantasan peredaran narkoba, sekaligis bentuk keprihatinan atas banyaknya korban yang meninggal disebabkan oleh Narkoba.

Data BNN Saat ini 12 ribu orang pertahun mati karena penyalahgunaan Narkoba atau setara dengan 30 orang perhari meninggal karena penyalahgunakaan Narkotika.

“Seluruh elemen baik itu ASN, TNI, Polri, Pelajar, LSM, Mahasiswa, dan masyarakat menggelar ikrar anti narkoba,” ujarnya. HANI yang diperingati pada 26 Juni lalu juga digelar acara sosialisasi, tes urine kepada supir angkutan umum, dan donor darah. Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved