Liga 2 2019

Menang di Kandang Aji Santoso Lega, Tundukkan Martapura FC, PSIM Puncaki Grup Timur Gusur Persik

Pelatih PSIM, Aji Santoso mengaku bisa bernafas lega dengan torehan kemenangan dalam laga perdana di Stadion Mandala Krida ini.

Menang di Kandang Aji Santoso Lega, Tundukkan Martapura FC, PSIM Puncaki Grup Timur Gusur Persik
Tribunjogja/mas hasan
Laga Liga 2 2019, PSIM Yogyakarta vs Martapura FC di Stadion Mandala Krida, skor akhir 2-0 untuk kemenangan PSIM Yogyakarta, Kamis (8/8/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, YOGYA - Tim asuhan Aji Santoso, PSIM Yogyakarta menduduki puncak klasemen Grup Timur Liga 2 2019, setelah meraih tiga poin usai mengandaskan Martapura FC dua gol tanpa balas, di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Kamis (2/2) sore.

Gol kemenangan Laskar Mataram dilesakkan Aditya Putra Dewa (24) dan Cristian Gonzales (25).

Mengoleksi 18 poin, PSIM sukses menggusur capolista Persik Kediri, yang hanya mampu bermain imbang 2-2 di markas Sulut United. Hasil draw tersebut, membuat raihan Macan Putih tertahan di angka 17.

Pelatih PSIM, Aji Santoso mengaku bisa bernafas lega dengan torehan kemenangan dalam laga perdana di Stadion Mandala Krida ini. Ia pun tidak memungkiri, anak asuhnya sempat merasa demam panggung, sehingga sedikit canggung di awal laga.

"Jujur, kami nervous di awal pertandingan tadi. Kita pakai stadion baru, ini pertandingan sakral bagi PSIM. Ya, kalau kita gagal meraih hasil maksimal, tentu bakal jadi omongan, itu cukup jadi kekhawatiran," katanya.

Baca: Taklukkan Martapura FC di Kandang, PSIM Yogyakarta Melenggang ke Puncak Klasemen Wilayah Timur

Mantan juru taktik Arema FC itu pun mengapresiasi performa Raymond Tauntu dan kolega, yang dinilainya  mampu menjalankan instruksi dengan baik. Ditambah, kehadiran belasan ribu suporter dianggapnya sukes mengerek mental bertanding para pemain.

 "Suporter yang datang banyak sekali sore ini, luar biasa. Tapi, itu jadi motivasi tersendiri bagi pemain ya. Alhamdulillah, kita bisa meraih kemenangan dan tidak mengecewakan mereka," ungkapnya.

Sementara itu, Pelatih Martapura FC, Frans Sinatra Huwae mengungkapkan kekecewaannya dengan hasil akhir pertandingan, khususnya terkait kepemimpinan wasit Sance Lawita dari Sulawesi Utara, yang dinilai acap kali merugikan tim besutannya.

"Pertandingan bagus, lawan bagus, tapi kepemimpinan wasit itu menurut kami sangat buruk. Banyak sekali ya, kejadian di lapangan tadi yang merugikan kami," cetus juru taktik kawakan tersebut.

"Kalau alasannya wasit baru dari Liga 3, ya sudah jangan memimpin dulu lah, cari yang lebih pantas. Ya, kami akui, kami kalah dalam pertandingan ini. Tetapi, masa sepakbola kita mau seperti ini terus," keluhnya. 

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved