Berita HSS

MUI HSS Ajarkan Generasi Muda Metode Baca Kitab Kuning, Ini Harapannya

Kegiatan yang dibuka sejak Minggu 4 AGustus 2019 dan dilaksanakan satu minggu sekali hingga Desember 2019 mendatang bertempat di Aula Masjid Agung.

MUI HSS Ajarkan Generasi Muda Metode Baca Kitab Kuning, Ini Harapannya
HO/Diskominfo HSS
Pendidikan dan pelatihan Bahasa Arab dan metode membaca kitab kuning di Masjid Taqwa KAndangan, yang digelar satu kali dalam semingggu oleh MUI HSS. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Komisi Pendidikan, Kaderisasi dan Seni Budaya Islam Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Hulu Sungai Selatan menggelar pendidikan dan pelatihan (Diklat) Kuliyatul Muballighin dan Bahasa Arab, atau metode membaca kitab kuning.

Kegiatan yang dibuka sejak Minggu 4 AGustus 2019 dan dilaksanakan satu minggu sekali hingga Desember 2019 mendatang   tersebut bertempat di Aula Masjid  Agung Taqwa Kandangan.

Wakil Ketua 1 MUI HSS, Ustadz H Jamhari Muhdin mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan peran dan semangat generasi muda membekali diri dengan dasar keimanan, ketakwaan dan akhlak yang baik sebagai muslim/muslimah.

“Dengan dasar keimanan, ketakwaan dan akhlak mulia dapat menuntun dan membentengi generasi muda dari hal negatif,”kata Jamhari.

Baca: Tebusan Rp 1 Miliar? Kesepakatan Damai Kriss Hatta & Antony Hillenaar Diungkap Mertua Hilda Vitria

Dengan begitu, generasi muda Islam, lanjut dia  mampu mengamalkan dan menda'wahkan ajaran Islam Lizzatil Islam Wal-Muslimin dan rahmatan lillalamin.

Adapun peserta diklat tersebut, terdiri dari remaja, mulai kalangan umum, pelajar serta mahasiswa dengan jumlah 85 orang. Guru Jamhari menyampaikan kegiatan tersebut terlaksana atas dukungan Pemkab HSS melalui bantuan dana operasional.

“Kami berterimakasih kepada Pemkab HSS yang memberikan bantuan dana dan kepada Yayasan Masjid AGung Taqwa Kandangan, yang memfasilitasi tempat kegiatan. Program MUI ini  mendukung visi misi Pemkab HSS, terwujudnya masyarakat agamis menuju masyarakat sejahtera dunia dan akhirat,”kata Guru Jamhari.

Dijelaskan, kitab kuning adalah kitab-kitab tradisional berisi pelajaran agama Islam, yang diajarkan di ponpes-ponpes.

Baca: Pelindo III Regional Kalimantan Serahkan Puluhan Hewan Kurban Hari Raya Idul Adha 1440 H

Seperti  fikih, aqidah, akhlak/ tasawuf, tata bahasa Arab , hadits, tafsir, ulumul Quran. Di kalangan Ponpes, kitab kuning dengan huruf Arab tanpa tanda baca seperti fathah, dlammah, kasrah sehingga sering disebut Kitab Gundul.

Peserta Diklat MUI HSS - Remaja putra dan putri saat mengikuti diklat tersebut
Peserta Diklat MUI HSS - Remaja putra dan putri saat mengikuti diklat tersebut (HO/Diskominfo HSS)

Sekretaris Daerah HSS H  Muhammad Noor,  mewakili Bupati HSS saat membuka kegiatan tersebut

mengatakan Diklat  Bahasa Arab metode membaca kitab kuning dalam hal ini teknik dan materi dalam berceramah dan hal lainnya diharapkan meningkatkan keterampilalan gerasi muda Islam.

“Diharapkan pula meningkatkan kesadaran generasi muda Islam di HSS pentingnya pendidikan dan pembinaan seni budaya islam,”kata M Noor.Ditambahkan, program MUI HSS tersebut juga sebagai filter bagi generasi muda, terhadap gemmpuran  budaya  negatif yang dapat  mempengaruhi  dan merusak mental dalam  kehidupan sehari-harinya. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved