Ekonomi dan Bisnis

Nilai Transaksi Investor Reksadana Kalsel Mencapai Rp 543 Miliar, Didominasi Investor Banjarmasin

Reksadana merupakan instrumen investasi yang menjanjikan dan berisiko rendah. Di Kalimantan Selatan (Kalsel) nilai transaksi investor reksadana

Nilai Transaksi Investor Reksadana Kalsel Mencapai Rp 543 Miliar, Didominasi Investor Banjarmasin
Banjarmasinpost.co.id/Mariana
Seminar Reksa Dana sebagai investasi masa depan yang mudah dan terjangkau, di Mercure Hotel Banjarmasin, Kamis (8/8/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Reksadana merupakan instrumen investasi yang menjanjikan dan berisiko rendah. Di Kalimantan Selatan (Kalsel) nilai transaksi investor reksadana mencapai Rp 543 miliar.

Dari angka tersebut, Banjarmasin menjadi penyumbang investor terbanyak dengan angka investasi Rp 510 miliar atau 93 persen.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Kantor OJK Regional IX Kalimantan, Haryanto di sela acara Seminar Reksa Dana bertajuk Investasi Masa Depan yang Mudah dan Terjangkau, di Mercure Hotel Banjarmasin, Kamis (8/8/2019).

"Sedangkan nilai transaksi secara regional di Kalimantan sebanyak 3,07 triliun. Kalsel menyumbang 18 persen dari keseluruhan. Dengan adanya seminar ini kami optimistis dapat mengajak investor baru untuk berinvestasi reksadana," ucap Haryanto kepada Banjarmasinpost.co.id.

Baca: Live SCTV! Link Live Streaming Timnas U-18 Indonesia vs Timor Leste Piala AFF U-18 2019 di Vidio.com

Baca: Idul Adha 2019: Niat Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah Mulai Besok, Jumat 9 Agustus 2019

Baca: Dedy Arief Budiman Siap Bersinergi Bersama Sang Ayah, 24 Anggota DPRD Tapin Bersumpah Ini

Ditambahkannya, jenis reksadana pasar uang secara resiko lebih terkendali daripada produk investasi lainnya. Salah satu kelebihannya karena investasi ini dikelola oleh Manajer Investasi (MI) dan Bank Kustodian selaku wadah penyimpanan aset investasi.

Diceritakan Haryanto, dia telah berinivestasi reksadana sejak 1999 silam. Selama berinvestasi dia tidak pernah mengalami kerugian.

"Pada 1999 IHSG Rp 200, kemudian naik Rp 250. Kemudian pada 2001 IHSG mencapai Rp 400 lalu turun sekitar Rp 300 pada saat Bom Gedung WTC. Sekarang IHSG naik seharga Rp 6.500, jika dikalkulasikan sangat banyak keuntungan yang sudah didapat," paparnya.

Dalam seminar ini menghadirkan dua pemateri yakni, Direktorat Pengelolaan Investasi OJK, Solihin, Dewan Asosiasi Pelaku Reksadana dan Investasi Indonesia (APRDI), Rudiyanto dan moderator dari Perkumpulan Agen Penjual Efek Reksadana Online (Paperdo), Ni Putu Kurniasari.

Ada sejumlah agen dan Sekuritas di Banjarmasin yang melayani transaksi reksadana bagi investor banua di antaranya, Bareksa, Sinarmas Asset Management, Mandiri Sekuritas, Phillip Sekuritas, IndoPremier Sekuritas, MNC Sekuritas dan RHB Sekuritas. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved