Berita HST

Penyuluh Pertanian HST Bikin Pestisida Urine Kelinci, Selain Usir Hama, Bisa Suburkan Tanaman

Pesing!!! Itulah yang dirasakan indra penciuman kita saat berdekatan dengan area yang tercemar urine. Kita pun biasanya segera menjauh.

Penyuluh Pertanian HST Bikin Pestisida Urine Kelinci, Selain Usir Hama, Bisa Suburkan Tanaman
Dok Banjarmasinpost.co.id
Banjarmasin post cetak terbitan kamis (8/8/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Pesing!!! Itulah yang dirasakan indra penciuman kita saat berdekatan dengan area yang tercemar urine. Kita pun biasanya segera menjauh. Namun berbeda dengan penyuluh pertanian di Desa Maringgit Kecamatan Batang Alai Utara Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) ini.

Hairiah telah begitu akrab dengan bau urine. Dia bahkan berhasil membuat pestisida sekaligus pupuk alami dari urine kelinci.
Membuat pengusir hama dan serangga serta pupuk organik dari urine kelinci bukan hal baru bagi Hairiah. Bahkan, ia sudah mengembangkannya sejak setahun lalu.

Hairiah menceritakan ide membuat pestisida dan pupuk dari urine kelinci muncul saat melihat peternakan kelinci di daerahnya. Sedang di benak kepalanya sudah ada pengetahuan bahwa urine bisa digunakan untuk pupuk dan pestisida.

Hairiah pun memulai percobaannya. Untuk membuat pestisida tentu tak hanya urine kelinci yang digunakan. Dia juga menggunakan bahan pendukung seperti daun sirih, serai, tembakau, daun salam dan gula aren.

“Bau bahan-bahan yang menyengat ini membuat hama serangga tidak suka. Daun sirih dan tembakau juga berfungsi mengurangi serangan fungi, bakteri, dan virus. Penggunaan pestisida organik ini juga meningkatkan kekebalan tanaman terhadap serangan hama,” bebernya.

Baca: BREAKING NEWS - KPK Lakukan OTT di Jakarta, 11 Orang Diamankan Malam Tadi

Baca: Sumber Harta Fairuz A Rafiq Diungkap Nikita Mirzani, Musuh Barbie Kumalasari Sindir Galih Ginanjar

Baca: Hamish Daud Mencoba Mengubah Lifestyle Masyarakat, Suami Raisa Ini Ingin Lebih Peduli Lingkungan

Mengenai tingkat keberhasilannya, menurut Hairiah, dari kerutinan dan kesinambungan pemakaian. Ini karena pestisida organik ini tidak membunuh hama. Namun, hanya mengusirnya.

Penggunaannya juga harus dimulai sedini mungkin. Sejak penyemaian sampai ditanam.

Untuk mengembangkan pestisida urine kelinci sedari ide, tidak mudah. Hairiah belajar dari berbagai sumber termasuk Dosen Universitas Lambung Mangkurat yang membuat pestisida organik dari urine kambing.

Mengingat di daerahnya tak ada peternakan kambing, Hairiah melirik peternakan kelinci di daerahnya. Apalagi jumlah indukan kelinci ratusan ekor. Hairiah pun meminta izin pemilik peternakan untuk mengumpulkan urine kelinci. Wadah urine pun ditempatkan di bawah kandang kelinci.

Untuk membuat pestisida organik ini, dia biasanya menggunakan 10 liter urine kelinci. Selanjutnya urine diramu dengan berbagai bahan lainnya yang beratnya dua kilogram. Campuran lainnya adalah EM4 pertanian sebanyak 250 mililiter dan air bersih dua liter.

Campuran ini bisa digunakan untuk puluhan tangki semprot dengan kapasitas 14 liter. Selanjutnya pestisida siap digunakan untuk pencegahan hama. Sedangkan untuk tamaman yang sudah terserang hama, Hairiah memperbanyak jumlah urine kelinci. “Sejauh ini efektif dan menyuburkan pertanian,” katanya. (banjarmasinpost.co.id/eka pertiwi)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved