Berita Banjarbaru

Sirup Kasturi Berpotensi Ekspor Besar dari Kalsel, Disukai Warga India dan Lebanon, Ini Kendalanya

Mahyuni menyebut pembeli dari Lebanon dan India ini memborong sirup Kasturi saat pameran di Jakarta beberapa saat lalu..

Sirup Kasturi Berpotensi Ekspor Besar dari Kalsel, Disukai Warga India dan Lebanon, Ini Kendalanya
banjarmasinpost.co.id/hanani
Buah Kasturi yang dijual pedagang di pasar Agrobisnis Modern Barabai, Senin (19/11/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Potensi sirup Kasturi memiliki nilai ekspor. Hal ini diketahui setelah diketahui peminat dari pembeli asing dari Lebanon dan India menyukai nya.

Hanya saja di Kalsel potensi ini masih belum digarap betul, bagaimana menumbuhkan Kasturi agar cepat berbuah dan tidak lama menunggu.

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel, Mahyuni MT, juga kaget ketika pembeli dari dua negara sudah meminta pengiriman Sirup Kasturi dengan jumlah lima dan delapan kontainer.

Mahyuni menyebut pembeli dari Lebanon dan India ini memborong sirup Kasturi saat pameran di Jakarta beberapa saat lalu.

"Mereka suka karena ada perbedaan yang sangat jelas antara sirup mangga dan jeruk dengan sirup kasturi. Manisnya antara sirup mangga atau jeruk dengan sirup kasturi beda, ada rasa khas kasturi yang membuat pembeli luar menyukainya. Selain itu kandungan vitan a dan vitamin c juga lebih bagus di sirup kasturi, " ujar Mahyuni, Kamis (8/8/2019).

Baca: Promosikan Buah Endemik Kasturi, Dibikin Minuman Segar, Produksi 1.000 Botol Per Bulan

Baca: Kasturi Buah Endemik Kalimantan, Disebut Buah Surga dan Kaya Vitamin

Manyuni mengatakan, konteiner yang diminta pembeli ukuran cukup besar yaitu 20 fit.

Dikatakan Mahyuni, potensi usaha sirup kasturi cukup besar, bahkan bisa dijadikan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), namun ada satu kendala yang dihadapi yaitu penyediaan bahan baku buah kasturi.

Mahyuni mengatakan, untuk memenuhi pesanan dari Lebanon dan India dalam satu tahun tidak bisa menyediakan sirup kasturi sebanyak 13 kontainer, sebab saat ini baru ada satu industri yang memprodukai sirup kasturi.

Minuman segar Sari Buah Kasturi produksi Siti Asnah
Minuman segar Sari Buah Kasturi produksi Siti Asnah (ISt/Siti Asnah untuk Banjarmasinpost.co.id)

Selain itu, kasturi juga musiman berbuah hanya setahun sekali. Bahkan tanaman kasturi jumlahnya masih sedikit karena tumbuh sendiri bukan hasil budidaya.

"Kondisi itu harus menjadi perhatian kita semua. Saya menyarankan agara ada upaya dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait yang membidangi untuk memperbanyak tanaman kasturi menggunakan teknologi, misalnya kuktur jaringan, " kata Mahyuni.

Dia mendorong agar kabupaten kota untuk turun serta mengembangkan tanaman endemik Kalsel itu.

Baca: Berkat Minuman Segar Sari Buah Kasturi, Siti Asnah Ikut Pameran di Seluruh Indonesia

Baca: Kembangkan Usaha Minuman Segar Sari Buah Kasturi, Asnah Juga Bikin Wadai Bolu Gulung Kasturi

Disebutnya, teknologi kuktur jaringan sudah diterapkan institut pertanian (IP) Bogor dan berhasil.

" Kasturi secara alami tumbuh dari biji, jika Universitas Lambung Mangkurat (ULM) bisa mengembangkan melalui akar dan daun maka kita memperbanyak bibit kasturi. Jika menunggu tumbuh dari biji bisa berbuah setelah 10 tahun. Potensi sirup kasturi besar, yang jadi kendala penyediaan bauh tidak bisa setiap saat," sebutnya.

Wakil Ketua 4 TP PKK Kalsel, Rusmawati, dinas koperasi dan UKM untuk pengembangan usaha baik terkait produk yang diolah maupun pendanaannya ini perlu ditingkatkan dengan menangkap peluang yang ada.

Misal dinas perdagangan untuk membantu pemasaran produk hasil UP2K dan Dinas lain yang bersinggungan dengan ranah pengembangan UP2K ini termasuk surup Kasturi tadi. (banjamasinpost.co.id/lis).

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved