Berita Banjarmasin

Tangis Irma Pecah Saat Rektor ULM Sutarto Hadi Nyatakan Dirinya Lulus Disertasi Doktor

Tangis haru bercampur gembira terpancar di wajah Irma Febrianty, SPi, MP dinyatakan lulus ujian akhir desertasi mahasiswa program studi doktor S3.

Tangis Irma Pecah Saat Rektor ULM Sutarto Hadi Nyatakan Dirinya Lulus Disertasi Doktor
banjarmasinpost.co.id/syaiful anwar
Sidang ujian akhir desertai mahasiswa S3 ULM di Rektorat ULM Banjarmasin, Kamis (8/8/2019). 

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARMASIN - Tangis haru bercampur gembira terpancar di wajah Irma Febrianty, SPi, MP dinyatakan lulus ujian akhir desertasi mahasiswa program studi doktor S3 Ilmu Pertanian program pasca sarjana ULM oleh Rektor Univesitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Prof Sutarto Hadi di Ruang Seminar Pasca Sarjana ULM, Kamis (8/8/2019).

Disebutkan Rektor yang juga ketua sidang, berdasarkan Rekapitulasi penilaian tim penguji, nilai Irma 85,80 atau A.

"Nilai disertasi dikompilasi dengan nilai lainnya menjadi 3,92," papar orang nomor satu di ULM.

Sutarto mengatakan Irma merupakan orang kedua lulusan ULM yang meraih gelar doktor. "Kita patut bersyukur, ULM kembali melahirkan doktor," tegasnya.

Baca: Polhut Kalsel Temukan Kayu Olahan Hasil Illegal Logging di Poros Batulicin-Kandangan, Pemilik?

Irma Febrianty sendiri mengucapkan terima kepa da promotor Dr Ir Hj Emmy Sri Mahreda, Ko Promotor 1 MP, Prof Dr Ahmad Alim Bachri, SE, MSi, Dr Ir Fatmawati MSi (ko promotor 2). Juga kepada Prof Dr Ir H Idiannor Mahyudin MSi (penguji 1), Dr Noor Arida Fauzana SPi MSi (penguji 1) yang banyak membimbing dirinya saar membikin disertasi. Serta Prof Dr Ir Dwidjono Hadi Darwanto, MS (penguji tamu dari UGM).

"Saya mengucapkan terima kasih sama Om Rusdi (Pangeran HG Rusdi Effendi AR), tante Nuril (istri Rusdi) serta seluruh keluarga dan anak sata yang mensuport saya hingga berhadir di sidang ujian akhir disertasi saya," kata Irma dengan mata berkaca-kaca.

Irma yang juga dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan ULM mengangkat judul disertasi
Skala Usaha Budidaya Ikan Patin Dalam Kolam yang Ekonomis dan Ramah Llngkungan di Kabupaten Banjar.

Baca: Jemaah Haji Asal HST, Bersiap Menuju Padang Arafah, Sebagian Terkena Flu dan Batuk

"Saya melakukan penelitian sejak dua tahun lalu. Saat itu masyarakat disana masih menggunakan cara tradisional memberi makan pakan ikan dua kali sekali," tandasnya.

Terakhir Irma kesana, masyarakat masyarakat memberikan pakan secara otomatis menggunakan handphone," tandasnya.

Selain lebih efektif, juga pakan tak terbuang dan tidak menggunakan tenaga manusia terlalu banyak. (banjarmasin post.co.id/syaiful anwar)

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved