Breaking News:

Desa Penghasil Janda Terbanyak di Batola

Terungkap, 'Janda-janda' di Batola Ini Sangat Suka Tempat yang Gelap, Ternyata Ini Tujuannya

Peoses pengelohan jamur danda (Janda) atau jamur tiram danda di Desa Danda Jaya, Kecamatan Rantau Bedauh selama ini dikenal higenis dan steril.

banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
Budidaya jamur danda (Janda) atau jamur tiram danda di Desa Danda Jaya, Kecamatan Rantau Bedaauh, Kabupaten Batola. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Peoses pengelohan jamur danda (Janda) atau jamur tiram danda di Desa Danda Jaya, Kecamatan Rantau Bedauh selama ini dikenal higenis dan steril.

Jadi tidaknya proses pembuatan janda itu melalui tiga fase, yakni proses pengadukan, pemerataaan air tiga bahan utama dan pembibitan.

“Jika dari salah satu tiga fase kita ceroboh dan prosesnya salah, maka ada kemungkinan kegagalan dari 30 sampai 40 persen dalam proses pembuatan janda,” ujar Rahmat (37), pembina kelompok janda mutiara alam di Desa Danda Jaya, Kecamatan Rantau Bedauh, Kabupaten Batola Kamis (8/8/19).

Dijelaskannya, bahan utama proses pembuatan janda, yakni dedak, serbuk gergaji dan kabur gamping. Bibit jamur langsung didatangkan dari Purwokerto. Saat proses pembibitan janda pun harus ditempat yang gelap dan tidak kena sinar matahari langsung.

Baca: Pegawai Dinas Perdagangan Batola Juga Sering Order Janda yang Ada di Desa Danda Jaya

Baca: Wow! Banyak Janda di Batola, Selalu Menarik Dikunjungi dan Dilihat, Kalo Dicicipi Rasanya Gurih

Baca: Pemasaran Janda-janda di Batola Sangat Mudah dan Cepat, Bisa Dengan Cara Online atau Offline

“Jadi proses pembuatan janda itu harus di tempat yang gelap. Proses sterilisasi proses pembuatan janda pun tidak boleh ada angin masuk langsun ke ruangan. Pekerja pun harus menyemprotkan al-kohol ke badan kita. Tubuh manusia itu kan pembawa spora atau jamur sehingga harus disterilkan,” katanya.

Rohmat menambahkan mengenai pemasaran juga dilakukan pihaknya secara offline dan secara bertahap akan di lakukan secara online.

Rahmat menambahjan untuk saat ini pihaknya juga menggelar pelatihan budidaya jamur di desa dengan di bantu bumdes yang ada. Dengan pelatihan ini, maka warga desa itu akan semakin terampil melakukan melakukan budidaya janda.

“Ke depan kita harapkan budidaya janda ini bisa meningkatkan lapangan pekerjaan sehingga mampu membantu perekonomian di desa,” harap Rahmat. (Banjarmasinpost.co.id/edi nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Didik Triomarsidi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved