Berita Batola

BP2RD Batola Genjot Pajak Walet, Masih Ada 708 Bangunan Sarang Walet Liar di Batola

BP2RD Batola Genjot Pajak Walet, Masih 708 Bangunan Satrang Walet Liar di Batola

BP2RD Batola Genjot Pajak Walet, Masih Ada 708 Bangunan Sarang Walet Liar di Batola
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
Bangunan rumah walet di tengah sawah hampir merata bisa ditemui 17 kecamatan di Kabupaten Batola. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kabupaten Batola, merencanakan pada triwulan kempat 2019 ini akan mengintensifkan pungutan pajak walet.

Selama ini, rumah burung walet di Kabupaten Batoal sebanyak 792 lokasi dan sebanyak 708 bangunan sarang walet di 17 kecamatan di Batola itu liar.

“Iya minta dukungan, pada tri wulan keempat, kita akan akan intensifkan pungutan pajak walet. rumah burung walet di Kabupaten Batoal sebanyak 792 lokasi dan sebanyak 708 bangunan sarang walet di 17 kecamatan di Batola itu liar,” kata Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kabupaten Batola Ardiasnyah, Jumat (9/8/19).

Tak hanya mengintensifkan pungutan pajak walet, sambung Ardiansyah, Pemkab Batola mengancam akan mempidanakan para pengemplang aajika para pengusaha walet masih enggan membayar pajak walet meski sudah dilakukan sosialiasi hingga teguran. 

Baca: Dapur Umum Korban Kebakaran Kompleks Yuka Banjarmasin Sudah Ditutup, Tim Gabungan Bersihkan Puing

Baca: Sosok Pria Misterius Terduga Pembakar Lahan Sembunyi di Balik Pohon Saat Heli Terbang Rendah

“Berdasarkan perda No 10 Tahun 2011 tentang pajak daerah, Pemkab Batola bisa mengambil langkah hukum mempidanakan para pemilik rumah walet di Batolol yang mencapai lokasi 792 titik,” tegasnya.

Menurut Ardiansyah, dari792 lokasi rumah walet, masak cuma memberikan pemasukan atau pajaka Rp360 ribu per tahun.

Hal itu tidak masuk akal. Perhitungan Ardiansyah dari 792 lokasi rumah walet di 17 kecamatan di Kabupaten Batola itu seharusnya bisa mencapai pajak Rp1 miliar lebih.

Jadi, dengan angka sebanyak 792 lokasi rumah walet itu sangat potensial untuk dipungut pajaknya.

(banjarmasinpost.co.id/edi nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved