Haji 2019

Empat Jemaah Calon Haji Kalsel Sakit, Bus Shalawat Sementara Tdak Beroperasi, Ibadah Tidak Terganggu

Empat Jemaah Calon Haji Kalsel Sakit, Bus Shalawat Sementara Tdak Beroperasi, Ibadah Tidak Terganggu

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Royan Naimi
foto: Bahauddin/MCH 2019
Suasana di Masjidil Haram Mekkah Arab Saudi, pada hari ke-22 musim haji 2019_wm 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Jelang wukuf, semua bus shalawat tidak beroparasi namun tidak mengganggu ibadah jemaah calon haji (JCH).

Demikian disampaikan Beberapa petugas kelompok terbang (kloter) asal Embarkasi Banjarmasin (BDJ) yang menempati wilayah Zonasi Rei Bakhsy yaitu Maktab 50,51,70, 71, 74, dan 76 bersama jamaah asal Embarkasi Balikpapan(BPN) yang menempati Maktab 39-41 dan 60.

“Mulai tanggal 06 Agutus 2019 kemaren semua angkutan bus dari Rei Bakhsy ke Masjid Alharam dihentikan,” ujar Ketua Kloter BDJ 07 Taufiq yang mendampingi Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kota Banjarbaru dan Kabupaten Tanah Bumbu.

Dikatakannya, aktivitas ibadah sebagian JCH tetap berjalan di Masjidil Haram karena wilayah zonasi Rei Bakhsy yang mereka tempati paling jauh berjarak kurang lebih 2 (dua) km.

Baca: Niat Puasa Arafah Jelang Idul Adha 2019 dalam Bahasa Arab, Latin Serta Artinya, Jangan Lupa Hal Ini!

Baca: Peyek Cetar Syahrini Bermasalah Lagi, Kini Titi Rajo Bintang Marah Gara-gara Aisyahrani Saat Promosi

Baca: Pasukan Cinta Palnam Susuri Gang Sempit Banjarmasin, Bersama Badut Masha Layani Anak-anak

Baca: Baznas Kalsel Bersama Relasi dan Muzakki Salurkan Hewan Kurban ke Desa-desa di Idul Adha 2019

“Untuk jamaah lansia kami minta untuk melaksanakan rutinitas ibadah di pemondokan mengingat wilayah jalan yang berbukit walau secara jarak relatif dekat dengan Masjid Al haram,” katanya.

Sementara Petugas Kesehatan BDJ 06 Rena menyampaikan, cuaca siang hari suhu berkisar antara 38 sampai 41 derajat Celcius dan pihak petugas kesehatan selalu mengingatkan kepada jamaah masih berkeinginan beraktivitas ibadah di Majidil Haram selalu minum air dan membawa alat semprot air dibekali dari Tanah Air.

“Sebab air yang berkurang akan menyebabkan gangguan metabolik, keseimbangan, karena asupan mineral kurang sehingga seluruh penyakit akan muncul,” terangnya.

Menanggapi informasi tersebut Kepala Kantor Wilayah (Ka.Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalsel Selaku Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banjarmasin, Noor Fahmi mengaku lega setelah menerima laporan petugas dari 19 kloter terkait perkembangan JCH jelang Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna).

Menurut Fahmi, dari 6.111 JCH asal Embarkasi Banjarmasin hanya ada beberapa jamaah yang sakit dan mendapat perawatan kesehatan, baik di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) atau di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).

“Ada 4 JCH yang saat ini perlu perawatan yaitu 1 JCH dirawat di KKHI dan 3 orang jamaah dirawat di RSAS,” Infonya.

Terkait proses penyelesaian ibadah haji bagi JCH yang kebetulan sakit menjelang Armuzna, Fahmi mengatakan mereka nantinya akan diliat apakah layak untuk di safari wukufkan atau malah dibadalkan hajinya.

“Insya Allah ada yang urus terkait penyelesaian prosesi ibadah hajinya nanti,” tegasnya.

Fahmi selanjutnya melalui media sosial meminta para petugas kloter untuk benar-benar mempersiapkan fisik para jamaah menghadapi Armuzna dikarenakan menurut informasi sebagian akan diberangkatkan mulai pagi hari.

“Saya menerima laporan bahwa untuk maktab 71 yang terdiri dari kloter Bdj 02, 06, 07, dan 13 akan diberangkatkan menuju arafah mulai pukul 07.00 WAS hingga pukul 10.00 WAS., kita doakan semua jamaah mendapat kemudahan serta kesehatan dalam menjalan prosesi puncak haji,” tambahnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved