Kriminalitas Regional

Fakta Baru Kasus Siswa Taruna Tewas Usai Orientasi, Setelah Guru Kini Seorang Pelajar Jadi Tersangka

Kepolisian resort Kota (Polresta) Palembang berhasil mengungkap dua siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Taruna Indonesia yang meninggal setelah

Fakta Baru Kasus Siswa Taruna Tewas Usai Orientasi, Setelah Guru Kini Seorang Pelajar Jadi Tersangka
KOMPAS.com/AJI YK PUTRA
Kapolresta Palembang Kombes Pol Didi Hayamansyah menujukkan barang bukti terkait kasus penganiayaan siswa SMA Taruna Indonesia, Kamis (8/8/2019). Dalam kasus tersebut AS (16) yang merupakan senior sekolah ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan WJ. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kepolisian resort Kota (Polresta) Palembang berhasil mengungkap dua siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Taruna Indonesia yang meninggal setelah mengikuti masa orientasi di sekolah.

Setelah sebelumnya menetapkan Oby Frisman Artaku, guru sekolah SMA Taruna Palembang sebagai tersangka atas meninggalnya DBJ (14).

Polisi menetapkan satu tersangka baru yakni AS (16) senior SMA Militer Plus Taruna Indonesia sebagai tersangka atas kasus penganiayaan yang menyebabkan WJ (14) meninggal setelah sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit.

Penetapan tersangka itu setelah sebelumnya penyidik dari Satuan Reserse Kriminal Polresta Palembang melakukan pemeriksaan terhadap AS.

Meskipun sudah ditetapkan polisi sebagai tersangka, namun AS tak ditahan lantaran masih berstatus pelajar serta di bawah umur.

Baca: SESAAT LAGI! Live Streaming Timnas U-15 Indonesia vs Vietnam Piala AFF U-15 2019, Cek Cara Nontonnya

Baca: LIVE VIDIO.COM! Link Live Streaming Badak Lampung FC vs PSS Sleman Liga 1 2019 Sore Ini

Baca: Ciutnya Nyali Farhat Abbas Ditantang Bertemu Hotman Paris, Pengacara Rey Utami & Pablo Sebut Ini

Berikut fakta terbaru kasus senior siswa Taruna Indonesia aniaya junior.

1. AS ditetapkan tersangka

Kapolresta Palembang Kombes Pol Didi Hayamansyah saat memberikan keterangan terkait kasus penganiayaan siswa SMA Taruna Palembang yang dilakukan Obby terhadap siswanya DBJ (14), Selasa (16/7/2019).

Menurut Didi, AS diduga memukul perut WJ lantaran tak bisa mengikuti intruksi yang diberikan oleh tersangka.

"Selama dua hari, tersangka memukul perut korban. Pada hari pertama Selasa (9/7/2019) dua kali pukulan dan Rabu (10/7/2019) tiga kali pukulan," kata Didi saat gelar perkara, Kamis (8/8/2019).

Halaman
123
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved