KalselPedia

KalselPedia - Museum Rakyat HSS, Sarana Edukasi Sejarah Perjuangan Tentara ALRI Divisi 1V Kalimantan

Museum Rakyat Hulu Sungai Selatan adalah museum yang menyimpan benda-benda bersejarah, khususnya peninggalan Brigjen H Hasan Basry

KalselPedia - Museum Rakyat HSS, Sarana Edukasi Sejarah Perjuangan Tentara ALRI Divisi 1V Kalimantan
banjarmasinpost.co.id/hanani
Senjata tajam serta pakaian yang milik Brigjen H Hasan Basry, Gubernur Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan di Museum Rakyat HSS 

BANJARMASINPOST.CO.ID‎, KANDANGAN- Museum Rakyat Hulu Sungai Selatan adalah museum yang menyimpan benda-benda bersejarah, khususnya peninggalan Brigjen H Hasan Basry, Gubernur Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan saat berjuang melawan penjajahan Belanda di Bumi Antaludin khususnya dan di Kalsel pada umumnya.

Museum ini terletak di Jalan Jenderal Sudirman Kandangan, berdekatan dengan SPBU Tibung. Museum Rakyat diresmikan pada Desember 2015 silam, oleh Bupati Hulu Sungai Selatan H Achmad Fikry.

Semula, bangunan yang digunakan buat museum tersebut adalah gedung Juang, namun fungsinya dioptimalkan menjadi museum. Museum terdiri dua lantai, dimana lantai dasar untuk menyimpan benda-benda bersejarah, dan lantai dua menyimpan benda-benda budaya.

Baca: KalselPedia - Inilah 9 Kelurahan di Kecamatan Banjarmasin Barat

Baca: KalselPedia - Komunitas Sahabat Difabel Banjarmasin, Kegiatan Belajar Bahasa Isyarat

Baca: KalselPedia : Nama-nama Desa di Kecamatan Karang Bintang Tanahbumbu

Peralatan makan Brigjen H Hasan Basri di dalam kapal perang KRI Gajah Mada di Museum Rakyat HSS
Peralatan makan Brigjen H Hasan Basri di dalam kapal perang KRI Gajah Mada di Museum Rakyat HSS (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Di sekitar pintu masuk ruang museum benda sejarah, pengujung bisa melihat replika Masjid As Su'ada atau yang dikenal dengan masjid baangkat, serta replika naskah teks proklamasi kemerdekaan RI yang ditulis tangan proklamator Kemerdekaan RI, Soekarno.

Benda ersejarah yang disimpan selain peralatan perang seperti pedang, pakaian, barang pribadi milik H Hasan Basry, juga beberapa foto dokumentasi kegiatan semasa penjajahan, serta dokumen lokasi-lokasi bersejarah seperti tugu Niih, benteng Madang serta tempat lainnya.

Sedangkan benda budaya yang disimpan berupa peralatan pertanian tradisional, seperti cangkul, rincah atau tajak dan alat pemotong padi ani ani atau dalam bahasa Hulu Sungai, katam, tanggui (penutup kepala petani dari sengatan matahari), nyiru serta bakul tempat cuci beras. Sarana pengolah hasil pertanian seperti gumbaan (alat perontok padi tradisional), lasung dan alu (alat penumbuk padi) serta peralatan pertanian zadul lainnya.

Ruang tempat menyimpan benda bersejarah di Museum Rakyat HSS
Ruang tempat menyimpan benda bersejarah di Museum Rakyat HSS (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Ada pula alat tangkap ikan tradisional seperti lunta, lukah, tampirai, unjun, hancau dan lainnya, serta sarana transportasi jukung yang merupakan gambaran budaya masyarakat di wilayah perairan Daha, atau Nagara yang memiliki potensi perikanan tangkap. Terdapat pula spot untuk berfoto di sepeda zaman dulu, yaitu sepeda ontel serta spot foto di atas jukung dengan baground sungai Nagara serta alat-alat mudik tradisional.

Sebagian benda bersejarah dan benda budaya didapatkan dengan membeli. Sedangkan khusus untuk peninggalan Brigjen H Hasan Basry merupakan titipan dari ahli waris para pejuang HSS untuk dirawat dan disimpan di museum serta untuk digunakan sebagai sarana edukasi pengetahuan sejarah generasi muda.

Untuk jam berkunjung, Senin sampai Jumat, atau pada hari kerja dan kerja aparatur sipil negara (ASN). Pengujung museum tidak dipungut bayaran, alias gratis. (banjarmasinpost.co.id/hanani)



Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved