Berita Jakarta

Listrik Padam di Jakarta, Ikan Koi Peliharaan Mati, PLN Dituntut Ganti Rugi Rp 11 Juta

Kuasa hukum pemilik ikan koi yang mati karena peristiwa padamnya listrik, David Tobing menuntut ganti rugi kepada pihak PT PLN.

Listrik Padam di Jakarta, Ikan Koi Peliharaan Mati, PLN Dituntut Ganti Rugi Rp 11 Juta
KOMPAS.com/VERRYANA NOVITA NINGRUM
Ikan koi dagangan Samirin di Pasar Ikan Hias, Gunung Sahari, Jakarta Pusat pada Selasa (6/8/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Kuasa hukum pemilik ikan koi yang mati karena peristiwa padamnya listrik, David Tobing menuntut ganti rugi kepada pihak PT PLN.

Gugatan itu dia layangkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan nomor 08/Pdt.GS/2019/PN.JKT.SEL dan 09/Pdt.GS/2019/PN.JKT.SEL.

Dia mengatakan terdapat dua nomor gugatan karena pihaknya mewakili dua orang pemilik koi atas nama Ariyo Bimmo dan Petrus CKL Bello

Dalam poin gugatannya, dia menuntut PLN membayar ganti rugi kurang lebih sebesar Rp11.125.000

Untuk penggugat satu dengan nomor gugatan 08/Pdt.GS/2019/PN.JKT.SEL menuntut tergugat untuk membayar kerugian material sebesar Rp1.925.000.

Baca: Ciutnya Nyali Farhat Abbas Ditantang Jumpa Hotman Paris, Pengacara Rey Utami & Pablo Benua Sebut Ini

Baca: Viral Driver Gojek Lulus Cum Laude dan Pernah Juara Debat Nasional, Begini Kisah Pejalanan Hidupnya

Baca: Reaksi Ashanty & Anang Hermansyah Saat Pria Ini Pamer Kekayaan di Dekat Aurel Hermansyah, Marah?

Sedangkan untuk penggugat satu lagi dengan nomor gugatan 09/Pdt.GS/2019/PN.JKT.SEL. menuntut tergugat untuk membayar kerugian material sebesar Rp9.200.000.

Menurut dia, pemadaman listrik yang dilakukan PLN merupakan sebuah perbuatan melawan hukum karena tidak menyediakan tenaga listrik yang memenuhi standar mutu untuk masyarakat.

Dampak buruk pemadaman tersebut pun sangat dirasakan masyarakat. Salah satunya kepada dua klien yang sedang dia tangani.

Ikan koi peliharaan mereka harus mati karena pemadaman listrik tersebut

"PLN harus bertanggung jawab dengan memberikan ganti kerugian kepada Para Penggugat selaku konsumen, hal ini pun telah diatur secara tegas dalam Pasal 19 ayat (1) UU No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen." ucap dia.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved