Berita Kotabaru

Selama Agustus, Sudah Terjadi Beberapa Kali Kebakaran Lahan di 9 Lokasi di Kotabaru

Petugas pemadam kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah beberapa kali mendapati kebakaran lahan.

Selama Agustus, Sudah Terjadi Beberapa Kali Kebakaran Lahan di 9 Lokasi di Kotabaru
Istimewa Grup HBS Kotabaru
Kebakaran di Sigam Kotabaru 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Musim kemarau benar-benar sudah tiba di wilayah Kalimantan Selatan terkhusus di Kabupaten Kotabaru.

Dampak masuknya musim kemarau adalah rawannya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Kotabaru termasuk rawan kebakaran, bahkan sejak awal Agustus, sudah beberapa kali terjadi kebakaran lahan.

Petugas pemadam kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah beberapa kali mendapati kebakaran lahan.

Lahan yang terbakar pun cukup luas dan itu terjadi di sejumlah wilayah.

Baca: Penampakan Perut Besar Syahrini Saat Hamil Tersebar, Begini Penampilan Istri Reino Barack

Baca: Bacaan Doa Buka Puasa Tarwiyah Hari Ini, Simak Juga Niat Puasa Arafah Jelang Idul Adha 2019

Baca: Sosok Wanita Pembela Kriss Hatta Saat Berkasus dengan Antony Hillenaar, Bukan Hilda Vitria!

Baca: Maia Estianty Ungkap Desakan untuk Miliki Anak, Istri Irwan Mussry Pamer Pacar Anak Ahmad Dhani

Menurut Kepala BPBD Kotabaru H Rusian Ahmadi Jaya, Jumat (9/8/19) kebakaran hutan sudah terjadi selama beberapa kali.

Sementara luasan lahan yang terbakar sudah mencapai belasan hektare.

"Selama Agustus ini sudah ada 9 kejadian di lokasi yang berbeda dari 1 sampai 7 Agustus 2019," kata H Rusian Ahmadi Jaya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Dari jumlah tersebut, luasan lahan yang terbakar sudah mencapai 13,5 hektare (ha).

Sementara lokasinya rata-rata berada di wilayah Pulau Laut dan hanya satu lokasi di wilayah Kecamatan Pulau Laut Barat (Lontar).

"Jadi untuk lokasi kebakaran terjadi di Desa Sigam, Tirawan, Gunung Sari, Sebelimbingan, Stagen dan di PPI serta satu di Pulau Laut Barat, " katanya.

Dari peristiwa tersebut, H Jaya sapaannya, berharap agar tidak ada kebakaran lahan.

Dia mengimbau kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakarnya.

Selain bisa mengganggu kesehatan yakni sesak pernafasan atau sering disebut penyakit Ispa, pelaku yang terbukti sengaja membakar lahan bisa dipidana kurungan penjara.

Sebab itu, dia mewanti-wanti kepada masyarakat Kotabaru agar tak membakar lahan.

"Mari kita hindari bersama terjadinya kebakaran lahan dengan tidak membakar atau tidak membuang puntung rokok sembarangan. Karena saat musim kemarau seperti ini, semuanya rentan terbakar," pungkasnya.

(banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved