Berita Tanahbumbu

Usman Sebut Pantai Angsana Tercemar Serpihan Batu Bara, Nelayan Melaut Sejauh 13 Mil

Nelayan di sekitar pesisir Pantai Angsana, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanahbumbu mengeluh karena hasil tangkapan terus menurun.

banjarmasinpost.co.id/herliansyah
Serpihan batubara di Pantai Angsana, Kecamatan Angsana, Tanahbumbu. Serpihan batubara diduga dari aktivitas pelabuhan tidak begitu dari lokasi pantai. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Nelayan di sekitar pesisir Pantai Angsana, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanahbumbu mengeluh karena hasil tangkapan terus menurun.

Selain disebabkan gelombang besar, aktivitas muat batu bara ditengarai menjadi salah satu penyebab.

Pasalnya, aktivitas muat batu bara di pelabuhan khusus tidak begitu jauh dari pesisir Pantai Angsana.

Hal itu diakui nelayan sudah berlangsung selama bertahun-tahun.

Selain hasil tangkapan terus menurun, kondisi itu juga memaksa mereka harus melaut sejauh 13 mil atau sekitar 19 kilometer dari bibir pantai Angsana yang menjadi lokasi nelayan memarkir perahu.

"Ya memang sekarang lagi musim gelombang besar. Ditambah lagi setelah ada aktivitas di sebelah itu, tau kan. Pelabuhan jelas Usman kepada banjarmasinpost.co.id. Kamis (8/8/2019).

Diakui Usman, sebelum ada pelabuhan muat batu bara oleh enam perusahaan, tidak hanya hasil tangkapan nelayan cukup bagus, tapi para nelayan juga tidak perlu sejauh 13 mil laut melakukan penangkapan ikan.

"Sebelum ada pelabuhan cukup di sekitaran pantai, paling jauh sekitar dua mil laut menangkap ikan," kata Usman.

Imbas menurunnya hasil tangkapan ikan, udang dan kepiting selama ini dialami sekitar 40 nelayan.

Diduga karena serpihan batu bara oleh aktivitas di pelabuhan tersebut.

Halaman
1234
Penulis: Herliansyah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved