Berita Internasional

Badan Pengawas Obat AS Selidiki Kaitan Rokok Elektrik dan Sebanyak 127 Orang Kejang-kejang

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengumumkan tengah menyelidiki 127 laporan kejang yang terjadi setelah korban

Badan Pengawas Obat AS Selidiki Kaitan Rokok Elektrik dan Sebanyak 127 Orang Kejang-kejang
6okean
Ilustrasi vape atau rokok elektrik 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengumumkan tengah menyelidiki 127 laporan kejang yang terjadi setelah korban menggunakan vaping atau rokok elektrik.

"Secara total, termasuk yang diposting pada bulan April, FDA menerima 127 laporan kejang atau gejala neurologis lainnya yang terjadi antara 2010 dan 2019," kata FDA dalam sebuah pernyataan, dikutip dari New York Post.

Hal ini merujuk pada 35 kasus sebelumnya yang pertama kali diumumkan diselidiki per April 2019.

"Laporan tambahan tentang peristiwa yang terjadi selama 10 tahun terakhir ini tidak selalu mengindikasikan peningkatan frekuensi atau prevalensi insiden tersebut," ungkap FDA.

Selain kejang, beberapa pengguna melaporkan gejala neurologis serius lainnya seperti pingsan atau tremor, yang mungkin berhubungan dengan kejang.

Baca: BERLANGSUNG! Live Streaming Persebaya vs Madura United di Liga 1 2019, Siaran Tunda Indosiar

Baca: SKOR 6-1! Hasil Akhir Timnas Indonesia U-18 Vs Brunei, Bagas Cs Puncaki Klasemen Piala AFF U-18 2019

Baca: UPDATE Klasemen Liga 1 Pekan 13 Sabtu (10/8) Persija Zona Degradasi, Tira Persikabo & Bali Penguasa

FDA belum secara resmi membentuk hubungan antara penggunaan vape dan "peristiwa neurologis" seperti kejang.

Rokok elektrik mengandung konsentrasi nikotin yang sangat tinggi dan diketahui berbahaya, terutama bagi anak kecil.

Menurut National Capital Poison Center, bahkan "rasa kecil" dari nikotin cair yang ditemukan dalam alat dapat menyebabkan keracunan nikotin pada anak.

Gejala keracunan nikotin termasuk mual, muntah, pusing, tremor, detak jantung yang lebih cepat dan berkeringat. Dalam kasus yang parah, keracunan nikotin dapat menyebabkan kejang dan bahkan kematian.

Menurut FDA commisioner, Ned Sharpless, kendati FDA belum memiliki informasi yang cukup untuk menentukan apakah e-cigarette menyebabkan insiden kejang, namun mereka terpanggil untuk memberikan informasi baru ke publik berdasarkan laporan baru.

"Laporan tambahan atau informasi yang lebih terperinci tentang insiden ini sangat penting untuk membantu menginformasikan analisis kami dan dapat membantu kami mengidentifikasi faktor risiko umum dan menentukan apakah atribut produk e-cigarette tertentu, seperti konten atau formulasi nikotin, lebih mungkin berkontribusi terhadap kondisi kejang," katanya.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved