Nasib Full Day School di Kalsel

Full Day School Hanya Cocok di Kota, Sebagian SMP di Tanahlaut Kembali Terapkan Enah Hari Sekolah

Sejak awal semester ganjil tahun ajaran 2019-2020, sejumlah sekolah di Tanahlaut, khususnya SMP Negeri tak lagi memberlakukan full day school

Full Day School Hanya Cocok di Kota, Sebagian SMP di Tanahlaut Kembali Terapkan Enah Hari Sekolah
capture/banjarmasin post
Harian Banjarmasin Post edisi Sabtu 10 Agustus 2019 Halaman 1 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Sejak awal semester ganjil tahun ajaran 2019-2020, sejumlah sekolah di Tanahlaut, khususnya SMP Negeri tak lagi memberlakukan full day school, meski sudah satu setengah tahun menerapkan.

Dinas Pendidikan Kabupaten Tanahlaut mengeluarkan surat edaran perihal penghentian metode full day school. Surat edaran berisi tentang tidak lagi diberlakukannya full day school pada sekolah di Tanahlaut, baik itu SMPN atau SDN. Namun pada sekolah rujukan, bisa menentukan pilihan, yakni hendak lanjut atau berhenti.

Berhentinya full day school, membuat sekolah kembali menerapkan cara semula, yakni pembelajaran selama enam hari. Pada sistem pendidikan enam hari belajar, menjelang pukul 14.00 wita, siswa SMP sudah dijadwalkan pulang sekolah.

Sebagaimana yang saat ini berlaku pada SMPN 3 Pelaihari, Jalan A Yani, Desa Pabahanan, Kelurahan Pelaihari, Tanahlaut. Pada puku 13.50 Wita, para siswa ini sudah keluar dari pintu gerbang mereka.

Baca: Polisi Tilang 14 Pelajar SMP Bermotor, Galih Mengaku Diizinkan Orangtua Naik Motor ke Sekolah

Sejak awal masuk sekolah tahun ini, para siswa pulang lebih karena sekolah yang kembali berlaku pada enam hari belajar. Dibanding sebelumnya mereka harus pulang pada pukul 16.00 Wita.

Bagi Mustika Berlian Apriani dan Is Qomariah, siswa Kelas IX SMPN 3 Pelaihari, kedua sistem memiliki keuntungan masing-masing. Satu sisi saat full day school, mereka bisa mendapatkan jatah libur pada hari Sabtu dan Minggu.

Sementara enam hari sekolah juga dianggap nyaman karena punya banyak waktu di rumah. Selain itu untuk mengikuti kegiatan ekstrakulikuler pun menjadi lebih gampang.

“Tapi lebih enak yang enam hari. Karena bisa pulang lebih cepat,” kata keduanya, sepakat.

Mengenai kembalinya metode enam hari pembelajaran dari yang sebelumnya full day school juga dijelaskan oleh Kepala SMPN 3 Pelaihari, Fathurrahman Sidik. Lelaki yang juga menjabat Ketua Kwaran Pelaihari ini mengatakan ketika kembali pada enam hari belajar, sama sekali tidak masalah.

Baca: Wisata Sungai Riam Batajau Dibuka, Syarkawi Pulangkan 30 Santri Ponpes Al Anwar Desa Batu Tunggal

Sepengetahuan Fathurrahman pula, adanya surat edaran tersebut berdasarkan hasil evaluasi dan monitoring yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Tanahlaut serta dewan pendidikan dan beberapa elemen penting pada bidang pendidikan.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved