Berita Kabupaten Banjar

Kabupaten Banjar Serius Garap Smart City, Ini Upaya yang Dilakukan Dinas KISP Banjar

Puluhan daerah terpilih di Indonesia dalam Program Menuju 100 Smart City, termasuk Kabupaten Banjar, Kalsel, terus berupaya melakukan realisasi.

Kabupaten Banjar Serius Garap Smart City, Ini Upaya yang Dilakukan Dinas KISP Banjar
HO/MC Kominfo Banjar
SERIUS - Suasana bimtek tahap dua yang digelar Dinas KISP Banjar, beberapa hari lalu. Peserta serius menyimak paparan pemateri. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Puluhan daerah terpilih di Indonesia dalam Program Menuju 100 Smart City, termasuk Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), terus berupaya melakukan percepatan perealisasiannya.

Berbagai upaya pun intens dilakukan. Di antaranya memaksimalkan bimbingan teknis (bimtek). Saat ini Pemkab Banjar melalui Dinas Komunikasi, Informasi, Statistik dan Persandian (KISP) setempat telah dua kali menggelar kegiatan itu.

Bimtek kedua dilaksanakan pada Selasa pekan lalu oleh Bidang E Government, Dinas KISP Banjar di Aula Bappelitbang Banjar. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari bimtek pertama yang telah digelar bulan lalu di Aula Mahligai Sultan Adam, Martapura.

Kepala Dinas KISP Banjar HM Farid Soufian mengatakan ada bagian yang belum selesai pada bimtek tahap pertama. Karena itu perlu dilanjutkan guna lebih memaksimalkan pemahaman semua pihak terkait tentang smart city.

"Bimtek smart city akan kami laksanakan secara bertahap hingga akhir 2019. Sesuai rencana akan dilakukan empat kali bimtek. Nantinya ada nimtek tahap tiga dan tahap empat," sebut Farid, Sabtu (10/08/2019).

Baca: Waketum Gerindra Ungkap Stretegi Prabowo Membuat Penumpang Gelap di Kubu 02 Gigit Jari

Pejabat eselon II di Bumi Barakat ini mengatakan bimtek smart city tahap dua guna menyelesaikan pembahasan yang belum selesai pada tahap pertama. Dengan begitu pada tahap tiga mulai mengarah pada pematangan persiapan smart city yang diinginkan.

"Pada tahap ketiga nanti kita sudah ada program maupun visi misi yang harus dilakukan pada percepatan 2019-2021 nanti," tandas Farid.

Farid menururkan pada bimtek kedua, pihaknya menghadirkan pemateri yang kompeten yakni Nicodimos Simo dari Perbanas. "Beliau menegaskan ada empat tahapan bimtek smart city yang nantinya akan menghasilkan tiga buku," bebernya.

Dikatakannya, bimtek tahap pertama telah berhasil membuat buku satu yakni tentang kesiapan Kabupaten Banjar mengimplementasikan program-program di smart city.

"Program tersebut dibuat ke dalam buku dua dan buku tiga yang akan kami selesaikan pada bimtek tahap dua dan tahap ketiga" jelasnya.

Baca: Pacu Peningkatan Kualitas Kemasan Produk IKM, Disperindag Banjar Lakukan Hal Ini

Lebih lanjut Farid menerangkan pada bimtek tahap dua yang dilaksanakan selama dua hari (6-7 Agustus) antara kain membahas visi misi smart city. Selain itu juga membahas program kerja smart city 2019-2024.

Kepala Bappelitbang Banjar Galuh Tantri Narindra mengatakan tujuan utama smart city adalah meningkatkan pelayanan publik. Jadi, bukan semata bicara pada tataran informasi teknologi (IT) semata.

Ditegaskannya, apa pun program yang dirancang pemerintah, output akhir yang ingin dicapai adalah penguatan pelayanan masyarakat. Mulai menyangkut kemudahan persyaratan, kecepatan proses, transparansi dan kejelasan biaya.

"Sebagai orang kecil saya gak begitu paham dengan smart city. Setahu saya itu menyangkut kemudahan akses internet bagi masyarakat. Bagus saja sih semoga saja cepat terlaksana," ucap Masturi, warga Martapura.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved