Nasib Full Day School di Kalsel

News Analysis - Pengamat Pendidikan FKIP ULM Moh Yamin : Sesuai Kesiapan Daerah

Berbicara kesiapan berarti bahwa apakah daerah dan sekolah memiliki kesiapan secara SDM, materi, dan lain seterusnya untuk melaksanakannya.

News Analysis - Pengamat Pendidikan FKIP ULM Moh Yamin : Sesuai Kesiapan Daerah
capture/banjarmasin post
Harian Banjarmasin Post edisi Sabtu 10 Agustus 2019 Halaman 1 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kebijakan full day school memang merupakan kebijakan pusat. Namun ini bukan berarti bahwa daerah bisa menerapkannya. Sebab itu merupakan kewenangan daerah, menyesuaikan dengan kesiapan dan kebutuhan daerah.

Berbicara kesiapan berarti bahwa apakah daerah dan sekolah memiliki kesiapan secara SDM, materi, dan lain seterusnya untuk melaksanakannya.

Menurut Yamin, kesiapan SDM dan lain seterusnya menjadi indikator satu persiapan matang dan serius. Selanjutnya berbicara tentang kebutuhan, ini berarti bahwa apakah full day school dibutuhkan dan sesuai dengan kebutuhan di daerah.

Kebutuhan setiap daerah terkait full day school perlu dipahami sebagai prestise atau meningkatkan kapasitas dan mutu anak didik. Ini yang dimaksud bahwa daerah perlu memahami full day school itu sendiri. Bukan kemudian kebijakan pusat dilaksanakan secara mentah-mentah tanpa pertimbangan matang.

Baca: Full Day School Hanya Cocok di Kota, Sebagian SMP di Tanahlaut Kembali Terapkan Enah Hari Sekolah

Baca: 3 SMP di Batola Terapkan Full Day School, Kepala Disdik Batola : Sekolah yang Siap Silahkan Terapkan

Terlepas ada daerah yang tetap menerapkan, tidak menerapkan, dan ada yang membatalkan pelaksanaan full day school di tengah jalan, ada beberapa catatan kritis. Full day school adalah hasil berpikir arogan elit yang dipaksakan agar anak didik bersekolah dari pagi hingga sore tanpa mengenal jeda waktu. Sebab belajar dilangsungkan dalam waktu yang panjang dan lama, mereka pun kehilangan masa bermain.

Selain itu, ini juga menimbulkan tekanan psikologis yang tinggi karena tidak semua anak didik dapat berpikir akademis tingkat tinggi. Ini adalah niscaya tentang keberagaman kemampuan setiap anak didik yang tidak bisa disamakan.

Oleh karenanya, kebijakan full day school harus mempertimbangkan input anak didik, kesiapan sekolah, dan kesiapan daerah. Pendidikan merupakan tugas bersama, maka marilah membenahi masalah pendidikan secara kolektif. Kehadiran orangtua siswa, masyarakat, sekolah, dan negara wajib sama sama hadir demi melahirkan sekolah dan suasana belajar yang menyenangkan, membelajarkan, dan mencerahkan. (banjarmasinpost.co.id/ogi)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved