Berita Banjarbaru

Pembakar Lahan Kabur Lihat Heli Patroli Melintas Rendah di Lokasi Kebakaran Hutan Kawasan Tapin

Satgas darat pun sempat dibuat panik karena medan yang sulit diakses satgas darat, sehingga meminta bantuan ke satgas udara untuk water boombing.

Pembakar Lahan Kabur Lihat Heli Patroli Melintas Rendah di Lokasi Kebakaran Hutan Kawasan Tapin
capture/@bnpb_indonesia
Harian Banjarmasin Post Edisi Sabtu (10/8/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Kebakaran hutan dan lahan terus terjadi pada sejumlah lokasi di Tapin dan Tanahlaut. Sebagaimana terpantau Jumat (9/8/2019) sekitar pukul 9.30 Wita, saat heli patroli Tipe Robinson R66 terbang memantau lokasi asap di seputaran Kalsel.

Pesawat heli patroli, yang dikapteni Faris Ichan ini memantau dari Banjarbaru-Kurau-Batibati-Banjar-Tapin dan kembali ke Banjarbaru.

Meski masih belum panas tengah hari, tapi sudah terpantau asap. Bahkan ketika di langit Tapin, heli sempat terbang rendah sekitar 200 kaki. Pilot pun mendekat dan sengaja terbang rendah karena diduga dibakar di kawasan dekat lahan sawit.

Namun ketika didekati pelaku pembakar tak terlihat. Orang yang diduga pembakar itu lari sembunyi di pepohonan setelah heli patroli mendekat.

Petugas satgas udara Imam Sasmito langsung mengabadikan melalui kamera handphonenya dan kemudian melaporkan ke satgas darat dan juga dimonitor oleh heli water boombing.

Baca: Kebakaran Hutan Meningkat, Manggala Agni Kabupaten Banjar Intensifkan Cara-vara Tangani Karhutla

Siang itu, dilaporkan ada empat titik api yang mengepung di Tapin. Pertama titik koordinat : -2,9102S 115,1220E jenis lahan yang terbakar adalah semak belukar, dengan luasan 15 hektare.

Titik kedua, di koordinat 2, 859693 115.097742, dimana semak belukar yang terbakar sekitar 10 hektare. Titik ketiga, di koordinat 3, 863541,115.091813 dengan lahan yang terbakar semak belukar dan hutan galam.

Serta di titik keempat juga tak jauh dari lokasi 3 dinana, lahan yang terbakar adalah semak belukar dengan luasan dua hektare.

Satgas darat pun sempat dibuat panik karena medan yang sulit diakses satgas darat, sehingga meminta bantuan ke satgas udara untuk water boombing.

Adapun informasi dihimpun dari Pusdalops BPBD Kabupaten Tapin, dua wilayah yang terbakar berada di Kecamatan Tapin Selatan dan Kecamatan Bakarangan.

Petugas tidak berdaya karena saat memantau melalui drone, tidak terdapat akses roda dua apalagi roda empat.

Baca: BPBD Kalsel Minta Ustadz dan Penceramah Masukkan Peringatan Bahaya Karhutla Dalam Khutbah Jumat

Sementara di Kotabaru, petugas pemadam kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah beberapa kali mendapati kebakaran lahan. Lahan yang terbakar pun cukup luas dan itu terjadi dis ejumlah wilayah.

Menurut Kepala BPBD Kotabaru H Rusian Ahmadi Jaya, mengatakan kebakaran hutan sudah terjadi selama beberapa kali. Sementara luasan hektar yang terbakar juga sudah mencapai belasan hektar. “Selama Agustus ini sudah ada 9 kejadian di lokasi yang berbeda dari 1 sampai 7 Agustus 2019,“ kata H Rusian Ahmadi Jaya.

Dari jumlah tersebut, luasan lahan yang terbakar sudah mencapai 13,5 hektar (ha). Sementara untuk lokasinya rata-rata semuanya berada di wilayah Pulau Laut dan hanya satu lokasi di wilayah Kecamatan Pulau Laut Barat (Lontar).(lis/tar/hid)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved