Berita HST

Polemik Wisata Sungai Riam Batajau dan Ponpes Al Anwar Batu Tunggal, Ini Kata Anggota DPRD HST

Ia berharap Pemerintah Kabuapaten tidak lepas tangan. Serta jangan sampai terjadi perselisihan antara pengasuh pesantren dan warga masyarakat.

Polemik Wisata Sungai Riam Batajau dan Ponpes Al Anwar Batu Tunggal, Ini Kata Anggota DPRD HST
Ist/Fauzan untuk Banjarmasinpost.co.id
Wisata Sungai Riam Batajau, Kecamatan Hantakan, Kabupaten HST 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Ditutupnya Ponpes Al Anwar Batu Tunggal Kecamatan Hantakan yang merupakan tempat rehabilitasi pecandu narkoba di Kabupaten HST, pasca dibukanya wisata Sungai Riam Batajau  menimbulkan polemik di masyarakat.

Anggota DPRD Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Salpia Riduan, berharap mediasi bisa menghasilkan kebaikan bagi kedua belah pihak.

Meski demikian, ia berharap Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah harus bersikap bijak dan tegas.

Ia menilai jika semua orang dengan mudahnya membuat tempat wisata tanpa ada persyaratan tertentu menghasilkan hal yang kurang baik.

Dampaknya, wisata jadi menjamur. "Baiknya ada persyaratan yang tidak membolehkan tempat wisata dengan pesantren atau tempat pendidikan. Tapi harus dengan aturan. Kalau seperti ini berarti, belum adanya regulasi yang ngatur akhirnya warga bikin duluan sebelum mengurus izin," katanya.

Baca: Wisata Sungai Riam Batajau Dibuka, Syarkawi Pulangkan 30 Santri Ponpes Al Anwar Desa Batu Tunggal

Ia berharap Pemerintah Kabuapaten tidak lepas tangan. Serta jangan sampai terjadi perselisihan antara pengasuh pesantren dan warga masyarakat.

Salpia Riduan, Anggota DPRD HST
Salpia Riduan, Anggota DPRD HST (Ist/Salpia Riduan)

Apalagi, sesuai visi misi Bupati Hulu Sungai Tengah sebagai daerah yang relegius. Maka keberadaan pesantren yang lebih diutamakan dan diperhatikan. Jangan sampai sarana pendidikan pembina akhlak tidak dihargai dan berjalan di tempat.

"Lagian tuan guru di pesantren perlu dan wajib kita hormati. Sementara kesempatan berusaha warga juga perlu kita pertimbangkan. Namun susah banyaknya tempat wisata itu juga jadi kajian Pemerintah Kabupaten," katanya

Ia kharwatir dengan menjamurnya wisata di Hulu Sungai Tengah bisa membuat orang yang berkunjung wisata di Hulu Sungai Tengah menjadi bosan. Apalagi terlalu banyak wisata tanpa dibarengi fasilitas yang memadai, seperti toilet, tempat penitipan barang, dan fasilitas pendukung lainnya.

Menurutnya, sektor wisata juga belum mendongkrak pendapatan asli daerah yang signifikan.

Halaman
123
Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved