Berita Banjarmasin

Polisi Tilang 14 Pelajar SMP Bermotor, Galih Mengaku Diizinkan Orangtua Naik Motor ke Sekolah

Nina mengatakan pihaknya tidak menolerir terhadap pelaku pelanggar undang-undang lalulintas, termasuk anak-anak di bawah umur.

Polisi Tilang 14 Pelajar SMP Bermotor, Galih Mengaku Diizinkan Orangtua Naik Motor ke Sekolah
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Satlantas Polreta Banjarmasin memberikan surat tilang kepada pengendara yang melawan arus pada Sistem Satu Arah di Jalan Pierre Tendean, Banjarmasin, Selasa (18/6/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Seorang anak laki-laki berpakaian seragam SMP, Galih (15), memacu sepeda motornya memasuki kompleks pelajar di Jalan Mulawarman, Banjarmasin. Galih kemudian berhenti di tepi jalan dan duduk santai di atas motor matik warna hitam.

Saat ditemui BPost, Galih mengatakan sepeda motor itu miliknya. Dia setiap hari pergi ke sekolah menggunakan sepeda motor tersebut. “Rumah saya jauh. Dalam perjalanan saya tidak melalui jalan perkotaan,” ujar Galih.

Galih mengaku, kedua orangtua mengizinkannya pergi ke sekolah pakai sepeda motor. “Kedua orangtua bekerja. Mereka tidak bisa mengantarkan ke sekolah,” ujarnya.

Namun apa yang dilakukan orangtua Galih ini sangat disayangkan Kasubdit Kamsel AKBP Nina Rahmi. Dia mengatakan apa pun alasannya, anak di bawah umur tidak boleh mengendarai kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat.

“Kalau anak belum 17 tahun masih tanggung jawab orangtua. Masak orangtua tidak bisa meluangkan waktu satu jam atau setengah jam untuk mengantar dan jemput anak,” katanya, Kamis (8/8).

Nina mengatakan pihaknya tidak menolerir terhadap pelaku pelanggar undang-undang lalulintas, termasuk anak-anak di bawah umur.

“Anak-anak SMP yang kedapatan mengendarai motor akan kami tilang. Pada Selasa (6/8) lalu kami menilang 5 orang dan pada Rabu (7/8) sebanyak 9 orang pelajar,” ujarnya.

Tilang ini, kata Nina, tujuannya antara lain untuk menekan angka kecelakaan dan menyelamatkan nyawa manusia. “Kendaraan yang ditilang hanya bisa diambil jika ada surat pernyataan yang diisi dan ditandatangani orangtua. Wali kelas pelajar yang bersangkutan juga ikut menandatangani surat pernyataan bermateri tersebut,” ujarnya.

Pihaknya juga, lanjut Nina, telah sudah mendatangi sekolah dan memberitahukan ke pihak sekolah bahwa apa pun alasannya anak sekolah (SMP) dilarang naik motor. “Kami juga beroordinasi dengan Dishub Kota untuk menertibkan parkir-parkir di sekitar sekolah,” ucapnya.

Sekolah sangat mendukung adanya larangan pelajar di bawah umur memakai kendaraan bermotor ke sekolah. “Kami sangat mendukung larangan yang disampaikan oleh Dilantas Polda Kalsel,” kata Kepala SMPN 2 Banjarmasin, Satoli.

Satoli mengatakan ada sekitar 100 orang siswanya pergi dan pulang sekolah dengan menggunakan sepeda pancal. “Selebihnya ada dijemput orang tua atau pakai Gojek,” ujarnya.

Agar siswanya lebih dalam memahami tentang berlalulintas, kata Satoli, dalam waktu dekat, pihak sekolah akan meminta Lalu lintas Polresta Banjarmasin untuk memberikan pemahaman berlalulintas.

Di SMPN 9 Banjarmasin juga menerapkan kebijakan melarang siswanya mememakai sepeda motor ke sekolah. Jika ada siswa yang melanggar aturan tersebut maka akan dikenakan sanksi. “Jika ada siswa yang melanggar tata tertib sekolah tersebut, seperti nekat memakai kendaraan bermotor tentu akan diberikan sanksi,” kata Kepala SMPN 9 Banjarmasin, Pahri.

Sementara itu Wakil Kepala SMPN 1 Banjarmasin, Edy Miharto, menyatakan pihak SMPN 1 sudah lama menerapkan larangan siswa mengendarai sepeda motor. “Kami tidak memfasilitasi tempat parkir sepeda motor untuk siswa di lingkungan sekolah,” katanya.

Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SMP Negeri Banjarmasin, Gusti Khairurrahman, menegaskan untuk SMP di Mulawarman sudah ada mobil gratis untuk angkutan pelajar, yakni angkutan pelajar cerita gratis. (kur/ogi/jd/dwi)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved