Berita Tabalong

Jadi Puskemas Layak anak, Dokter Ony Erawati Sebut Permainan yang Disediakan Aman Bagi Anak

Puskesmas Kelua, Kabupaten Tabalong terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Salah satunya adalah menjadikan Puskemas Layak anak

Jadi Puskemas Layak anak, Dokter Ony Erawati Sebut Permainan yang Disediakan Aman Bagi Anak
Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurnia Wati
Tempat bermain anak di Puskesmas Kelua, Kabupaten Tabalong. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNGPuskesmas Kelua, Kabupaten Tabalong terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Salah satunya adalah menjadikan Puskemas Layak anak. Dan belum lama ini Puskesmas Kelua telah telah ditetapkan menjadi Puskesmas Layak Anak.

Kepala Puskesmas Kelua dr Ony Erawati mengatakan saat ini di Puskesmas Kelua memiliki ruang bermain anak. Ruangan tersebut disediakan berbagai permainan yang aman untuk anak. Mainan untuk anak dipastikan aman dan ditak membahayakan bagi anak.

Semua mainan anak anak yang tersediakan dipastikan telah memiliki jaminan Standar Nasional Indonesia (SNI). Tempat bermain anak memang sangat dibutuhkan untuk pasien anak, sebelum mendapatkan pemeriksaan anak anak bisa menunggu sembari bermain hal ini juga menjadi salah satu upaya bagia anak untuk tidak takut saat pergi ke Puskesmas.

Baca: LIVE MOLA TV! Cara Live Streaming Manchester United vs Chelsea Liga Inggris, Siaran Langsung TVRI

Baca: Tidak BAB 3 Hari, Jemaah Calon Haji Asal Banjarmasin Meninggal, Ini Penjelasan Kakanwil Depag Kalsel

Baca: VIRAL, 4 Pemuda Diduga Mengencingi Bendera Merah Putih, Polisi Introgasi Pelaku dan Ungkap Fakta Ini

“Kami juga menyediakan ruang konseling menyusui dan ruang laktasi yang nyaman untuk ibu dan bayi,” ujarnya. Puskesmas Kelua juga masih akan terus berbenah karena masih banyak yang perlu dibenahi karena Puskesmas Kelua juga tengah persiapan untuk relokasi.

Puskesmas Kelua juga terus berupaya mencegah adanya kasus gizi buruk di seputas Kecamatan Kelua. Kegiatan yang lakukan melibatkan langsung masyarakat. Salah satunya adalah dengan melakukan penyuluhan kepada warga dan pentingnya memberikan makanan yang bergizi bagi anak salah satunya salam kegiatan posyandu. Serta membuat pertemuan labgsung kepada masyarakat.

Lisda salah satu tenaga kesehatan Poli Gizi Puskesmas Kelua mengatakan pada 2018 sempat ada tiga kasus gizi buruk. Namun bukan hanya disebabkan karna kekurangan gizi makanan melainkan adanya penyakit penyerta.

"Penyakit penyerta pada bayi juga bisa menjadi salahsatu penyebab bayi mengalami gizi buruk seperti adanya kelainan jantung atau penderita TBC," ujarnya.

Karena untuk pengentasan gizi buruk bukan hanya fokus pada makanan anak namun juga berkaitan dengan pencegahan penyakit lain yang menjadi pemicu. "Untuk 2019 belum ada kasus gizi buruk dan semiga tidak ada hingga akhir tahun, kasis gizi buruk tahunlalu yang disertai penyakit penyerta kelainan jantung dan hydrosepalus tidak dapat diselamatkan," ujarnya.

Untuk mencegah gizi buruk Puskesmas Kelua juga memberikan makanan tambahan kepada bayi. Disetiap posyandu juga disediakan makanan bergizi yang diberikan kepada anak anak.

(Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved