Berita Kalteng

Kabut Asap Palangkaraya dan Sampit Makin Parah, Rektor IAIN Imbau Muslimin Gelar Salat Istisqo

bahkan kabut asap malah tampak semakin pekat terutama pada pagi hari, membuat resah warga Kalteng, karena udara Palangkaraya dan Sampit

Kabut Asap Palangkaraya dan Sampit Makin Parah, Rektor IAIN Imbau Muslimin Gelar Salat Istisqo
tribunkalteng.co/fathurahman
Kabut Asap di Palangkaraya dan Sampit, Kotim Kalteng, makin parah dan belum tertanggulangi, karena hujan belum mengguyur wilayah ini 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Kebakaran lahan yang terjadi di Kalimantan Tengah, masih terus terjadi dan tampak tak terkendali, meski pemadaman dilakukan melalui udara menggunakan pesawat pembom air dan jalur darat menggunakan mobil pemadam kebakaran.

bahkan kabut asap malah tampak semakin pekat terutama pada pagi hari, membuat resah warga Kalteng, karena udara Palangkaraya dan Sampit serta kabupaten lainnya tercemar kabut asap dampak kebakaran lahan.

Data Pudalops BPBD Kalteng, jumlah kejadian kebakaran telah mencapai 638 kali di 14 kabupaten dan kota se Kalteng, sedangkan luasan lahan terbakar mencapai 2.016.73 hektare.

Baca: Daftar Ucapan Selamat Idul Adha 2019 untuk Kerabat, Pacar, Orang Terkasih via WA, IG, FB & Twitter

Baca: Kehamilan Irish Bella Sempat Terganggu Saat Terjadi Ini, Perut Istri Ammar Zoni Rasakan Ini

Baca: Bacaan Doa & Tata Cara Sembelih Hewan Kurban Saat Idul Adha 2019, Cek Cara Pembagian Daging Kurban

Baca: Iduladha 2019 - Begini Cara Mengolah Daging Kurban Agar Awet & Tetep Sehat, Tapi Ingat Ini

Daerah yang paling banyak dan paling luas lahannya yang terbakar adalah Palangkaraya dengan jumlah kejadian mencapai 365 kali dan luasan lahan terbakar mencapai 789,15 hektare.

Meski belum mengganggu penerbangan di Bandara Tjilik Riwut, namun kabut asap kian pekat dan berdampak luas, mengakibatkan warga mengurangi bepergian keluar rumah.

Bahkan, dinas pendidikan mengimbau sekolah untuk meniadakan kegiatan di luar sekolah untuk siswa dan siswi di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, karena kabut asap dampak kebakaran lahan yang mengotori udara Palangkaraya.

"Upaya pemadaman sudah dilakukan secara optimal," ujar Rekto IAIN Palangkaraya, H Khairil Anwar.

Namun kebakaran lahan belum juga bisa teratasi sehingga dampaknya kabut asap makin parah.

"Selain upaya penanggulangan di lapangan, masyarakat juga diimbau melakukan cara religius, yakni Salat Istisqa atau salat sunnah memohon turunnya hujan," ujarnya.

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangkaraya ini berharap ada keterpaduan dalam melakukan salat istisqo tersebut.

“Muslimin di seluruh wilayah Kalteng, yang ada di Kota Palangkaraya maupun di kabupaten, diimbau melaksanakan Salat Istisqa,” ujarnya.

banjarmasinpost.co.id / faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved