Berita Haji

Saat Wukuf di Arafah Hujan dan Angin Kencang Melanda, Tenda Jemaah Kalsel Sampai Bergoyang

Setelah panas terik siang hari, padang Arafah yang menjadi tempat wukuf para jemaah haji diguyur hujan menjelang sore, Sabtu (10/8/2019) tadi.

Saat Wukuf di Arafah Hujan dan Angin Kencang Melanda, Tenda Jemaah Kalsel Sampai Bergoyang
Darmawan/Tribunnews.com
Hujan mengguyur Padang Arafah saat wukuf, Sabtu (10/8/2019). Hujan saat wukuf adalah peristiwa langka, sebelumnya cuaca di Arafah mencapai 40 derajat celcius. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Setelah panas terik siang hari, padang Arafah yang menjadi tempat wukuf para jemaah haji diguyur hujan menjelang sore, Sabtu (10/8/2019) tadi.

Hujan yang mengguyur disertai angin yang cukup kencang. Sejumlah ornamen di tenda-tenda Arafah sampai harus dipindahkan.

Sejumlah jemaah malah sengaja keluar tenda sembari memanjatkan doa. Hujan memang kerap memberi kejutan ketika fase wukuf di Arafah.

"Hujan pas wukuf di arafah kemarin. Dan juga angin kencang sehingga mati lampu dan tenda goyang," ucap jemaah Haji plus Pancar Tour Dr. Hamdani Fauzi kepada reporter banjarmasinpost.co.id, Minggu (11/8).

Ketua Pusat Perhutanan Sosial dan Agroforestri Fahutan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ini menyebut jemaah pun menyambut datangnya hujan ketika hari H wukuf sebagai berkah tersendiri. Hal ini lantaran membuat suhu udara jadi tak seterik hari-hari biasanya.

Baca: PERISTIWA LANGKA, Hujan Deras Guyur Arafah Saat Wukuf Puncak Haji, Simak Foto-fotonya

Baca: Mau Dikurbankan, 2 Ekor Kambing Mati dengan Luka Robek di Sekujur Tubuhnya, Ternyata Ini Pelakunya

Baca: Saat Diikat dan Mau Disembelih, Sapi Black Bantuan Jokowi Tendang Seorang Warga Hingga Luka

Sebelumnya suhu udara tembus 43 derajat celcius. Para jemaah haji sendiri dijadwalkan akan sampai petang di Arafah. Usai melaksanakan salat Maghrib, jemaah lan berangsur-angsur bergerak ke Muzdalifah.

"Pas hujan sebagian jemaah keluar tenda karena habis berdoa, dan merupakan rahmat karena hujan sudah lama tidak terjadi di arafah. Hujan dan angin kencang sekitar 1 jam sehabis zuhur," katanya.

Salah satu petugas kesehatan haji khusus dari PT Riyal Tunggal Banjarmasin yaitu dr H M Rudiansyah, melaporkan perihal cuaca buruk menerpa jemaah haji saat itu.

“ya saat itu lagi ada angin agak kencang, debu bertebangan dan tenda mulai bergoyang. Ada badai, mulai gerimis hujan dan guntur juga sampai mati listrik. Ini jam 14.50 waktu Mekah,” ucapnya.

Untuk diketahui, Operasional Embarkasi Banjarmasin untuk fase pemberangkatan Jamaah Calon Haji (JCH) selesai dengan diberangkatkannya JCH Kelompok Terbang (Kloter) 19, Minggu (04/08/19) malam.

Operasional Embarkasi Banjarmasin telah dilaksanakan sejak 8 Juli lalu dan memberangkatkan 4.172 JCH asal Kalimantan Selatan yang terbagi dalam 13 Kloter dan 1.940 JCH Kalimantan Tengah yang terbagi dalam enam Kloter.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved