Berita HSS

Sungai Kekeringan, Warga Baruh Jaya HSS Konsumsi Air Sumur, Diolah Dulu Pakai Tawas

Kemarau cukup ekstrem tahun 2019 kini berdampak terhadap ketersediaan air bersih. Di Desa Baruh Jaya Rt 07 /VII Kecamatan Daha Selatan Kabupaten HSS

Sungai Kekeringan, Warga Baruh Jaya HSS Konsumsi Air Sumur, Diolah Dulu Pakai Tawas
ISTIMEWA untuk Banjarmasin post
Warga Desa Baruh Jaya Rt 07 Kecamatan Daha Selatan, Hulu Sungai Selatan gotong royong membersihkan anak sungai, dan mengangkat sampah-sampah agar sungai yang sering surut, bisa dialiri air lebih banyak saat kondisi pasang. Sungai di Daha merupakan sungai pasang surut, yang selama kemarau siklus surutnya lebih sering. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Kemarau cukup ekstrem tahun 2019 kini berdampak terhadap ketersediaan air bersih. Di Desa Baruh Jaya Rt 07 /VII Kecamatan Daha Selatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, anak sungai Nagara di desa tersebut kering saat kondisi surut.

Warga hanya bisa mengambil air saat sungai mengalami pasang. Itupun warna airnya kadang keruh sehingga perlu proses pengolahan sampai air layak dikonsumsi.

Warga setempat, Hayatudin kepada banjarmasinpost.co.id, Sabtu 10 Agustus 2019, menjelaskan, kondisi tersebut terjadi tiap tahun jika musim kemarau. Sungai di desa itu merupakan sungai pasang surut.

Masyarakat, masih bisa menyimpan air saat mengalami pasang dan sumur-sumur yang dibuat di dekat sungai depan rumah terisi. “Ngambilnya menunggu waktu-waktu air pasang,”ungkap Hayatudin.

Meski masih tersedia saat sungai pasang, air tak bisa dikonsumsi langsung, karena warga harus menjernihkannya dengan cara menaburi tawas atau kaporit.

Baca: Kapolda Kalsel, 2 Kapolres dan Kadishut Ikut Padamkan Api di Malam Takbiran, Baru Pulang saat Subuh

Baca: Reaksi Tak Terduga Ayu Ting Ting Saat Bilqis Disebut Binti Enji Baskoro, Video Diseruduk Sapi Viral!

Baca: LIVE TRANS 7! Live Streaming MotoGP Austria 2019, Hasil Moto2 MotoGP 2019, Dimas Ekky Absen, Marquez

Baca: Saat Wukuf di Arafah Hujan dan Angin Kencang Melanda, Tenda Jemaah Kalsel Sampai Bergoyang

“Perlu beberapa hari diendapkan, hingga air layak konsumsi. Sebagian masyarakat yang mampu, mereka beli air galon isi ulang untuk minum dan memasak. Yang tak mampu, pakai air yang dijernihkan pakai tawas tadi,”ungkapnya. Diakui, Desa Baruh Jaya sebenarnya memiliki Pamsimas.

Namun tak semua warga bisa terlayani. Pamsimas hanya bisa melayani sebagian warga di tiga RT, yaitu Rt 14, 13 dan Rt 07,” katanya.

Upaya mengatasi secara swadaya kesulitan air bersih, menurutnya dilakukan tiap tahun. Warga pun gotong royong membersihkan sampah-sampah sungai, serta melakukan pendalaman sungai secara manual agar air masuk lebih deras saat pasang sehingga sumur-sumur bisa terisi air.

“Alhamdulillah, Sabtu kemarin masyarakat telah gotong royong mengeruk sungai dan mengangkat sampah-sampah plastiknya,” katanya.

Sementara, informasi dari warga Daha lainnya, pengerukan sungai secara manual dengan bergotong royong juga telah dilakukan warga Daha di sungai-sungai tembusan sepanjang Desa Samuda-Pekapuran Kecil, Sungai Pinang-Parigi . Disebutkan, beberapa hari lalu para petani di ray 10 dan 17 menghadapi dangkalnya sungai dan lahan di sekitar tersebut tanahnya sudah retak-retak karena kondisi lahan yang kering.

Halaman
12
Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved