Berita Tanahbumbu

20 Desa di Tanahbumbu Ternyata Rawan Karhutla, Senin Tiga Hektare Lahan Kosong Terbakar

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanahbumbu Eryanto Rais menyatakan, pihaknya telah membentuk sub satuan tugas (Satgas) kebakaran hut

20 Desa di Tanahbumbu Ternyata Rawan Karhutla, Senin Tiga Hektare Lahan Kosong Terbakar
Istimewa
Kampanye pencegahan Karhutla di Kabupaten Tanahbumbu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanahbumbu Eryanto Rais menyatakan, pihaknya telah membentuk sub satuan tugas (Satgas) kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Pembentukan sub satgas karhutla terdiri dari anggota TNI/Polri, BPBD, beberapa stakeholder dan melibatkan unsur masyarakat untuk mencegah dan penanggulangan ketika terjadi karhutla di wilayah Kabupaten Tanahbumbu.

Meski diakui Eryanto, sebelum apel sub satgas karhutla digelar terjadi kebakaran di tiga titik yang menghabiskann sekitar lebih kurang tiga hektare lahan kosong. Terjadi di kawasan Kecamatan Batulicin (Gunung Tinggi), Kusan Hilir dan Satui.

"Masing-masing ada satu, dua sampai tiga hektare," ujar Eryanto melalui telepon genggamnya kepada banjarmasinpost.co.id, Senin (12/8/2019).

Menurut dia, terbentuknya sub satgas karhutla berdasar arahan BNBP Pusat. Untuk kabupaten Tanahbumbu sub satgas 10, berada di bawah komandan Dandim dan Bupati sebagai Dan Sub Satgas.

Baca: Klasemen Piala AFF U-18 2019 Grup A, Seusai Hasil Timnas U 18 vs Laos Skor Akhir 2-1, ke Semifinal

Baca: Jelang PSM Makassar Vs Barito Putera Liga 1 2019, Laskar Antasari Waspadai Sayap dan Sepak Pojok PSM

Sedangkan mereka terlibat dalam sub satgas karhutla dengan rincian, personel TNI sebanyak 50 orang, masyarakat berjumlah 70 orang, Polri 20 orang dan BPBD 10 orang.

"Tim ini tersebar. Kita ada membentuk 10 pos. Posko induk ada di BPBD dan Kodim," terang Eryanto kepada banjarmasinpost.co.id.

Sementara tim lainnya tersebar di 20 desa di tujuh kecamatan yang dinilai rawan karhutla, tambah Eryanto, itu berdasarkan data disampaikan ke provinsi.

Adapun tugas masing-masing tim sub satgas berjumlah 15 orang akan menginap dalam kurun waktu tiga bulan, di antaranta memberikan sosialisasi ke masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan atau lahan.

"Dari 15 orang dalam satu tim tadi, 7 dari masyarakat sisanya dari BPBD, TNI dan Polri," ucap Eryanto.

Halaman
12
Penulis: Herliansyah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved