Berita Banjarmasin

Incar Akreditasi A, STIE Indonesia Banjarmasin Gelar Bimbingan Teknis SPMI Intern

Sekarang ini Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIE) Indonesia Banjarmasin merupakan perguruan tinggi swasta (PTS) terbaik di Kalsel.

Incar Akreditasi A, STIE Indonesia Banjarmasin Gelar Bimbingan Teknis SPMI Intern
banjarmasinpost.co.id/syaiful anwar
Acara Bimtek SPMI PT internal STIE Indonesia Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sekarang ini Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIE) Indonesia Banjarmasin merupakan perguruan tinggi swasta (PTS) terbaik di Kalsel.

Perguruan tinggi yang ada di Kayutangi Banjarmasin ini secara institusi maupun prodi meraih akreditasi B.

"Kami akan berusaha meningkatkan akreditasi, baik institusi maupun prodi menjadi A," kata Ketua STIE Indonesia Banjarmasin, Dr Yanuar Bachtiar, SE, MSi, Senin (12/8/2019).

Salah satu upaya meraih akreditasi A itu dengan cara melaksanakan bimbingan teknis Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Perguruan Tinggin Internal STIE selama dua hari, Senin (12/8) dan Selasa (13/8).

Baca: Lima Bersaudara Duduki Kursi Legislatif HSS dengan Partai Berbeda, Mengaku Tetap Kompak

Narasumber Bimbingan Teknis SPMI Dr. Wonny Achmad Ridwan, SE, MM dan Warcito, SP, MM Institut Pertanian Bogor (IPB).

Baca: Hasil Akhir Timnas Indonesia U-18 Vs Laos di Piala AFF U-18 2019 Skor 2-1, Gol Bunuh Diri Laos!

Baca: BREAKING NEWS - Balita di Kabupaten Banjar Ini Kena Tumpahan Nasi di Rice Coocker, Kulitnya Melepuh

Baca: Alasan Bumi Manusia dan Perburuan Ditayangkan Bersamaan, Apa Kata Adipati Dolken?

"Jumlah peserta yang mengikuti Bintek SPMI sebanyak 25 orang baik yang menjabat struktural dan dosen STIE," papar Yanuar.

Ditambahkannya, Bintek SPMI ini keterkaitan dengan unit-unit yang ada akreditasi di STIE. "Ujung-ujungnya peningkatan akreditasi tadi," jelasnya.

Menurit Yanuar, mutu pendidikan tinggi STIE harus lebih tinggi dari standar nasional diksi yang ditetapkan. Semua prodi di STIE, baik Prodi Manajemen maupun Akuntansi maupun Magester Manamejen dan institusi akreditasinya B.

"Untuk meningkatkan mutu pendidikan kami ke akreditasi A, kami pun melakukan pembenahan secara sistematis dan secara keseluruhan," tandasnya.

Dijelaskan dia, untuk mencapai akreditiasi A itu, di dalam sistem penjaminan mutu ada beberapa instrumen yang harus dipenuhi dan memenuhi standar.

"Kami pun harus memenuhi beberapa instrumen itu yang kami anggap lemah. Misalnya, jumlah dosen S3 minimal 30 persen. Saat ini kami mengirim 11 dosen kuliah S3 dan tiga orang sudah lulus," tegasnya.

Selain itu, lanjut dia, dosennya harus sering mempublis tulisannya di jurnal internasional, melakukan kerjasama internasional tak hanya tertulis juga realisasi, pertukaran dosen dan mahasiswa secara internasional.

"Lulusan kami yang terserap baik dipemerintahan maupun swasta, sarana prasana dan lain-lain," ungkap Yanuar.

Sementara itu, narasumber Bimbingan Teknis SPMI Dr Wonny Achmad Ridwan, SE, MM dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menyampaikan materi tentang Kebijakan Nasional SPMI dan SPME, pembuatan kebijakan, pembuatan manual, pembuatsn formulir dan pembuatan standar.

Lalu, Warcito, SP, MM menjelaskan tentang program Bontek SPMI PerguruannTinggu, tujuan, haraoan dan ouput. (banjarmasin post.co.id/syaiful anwar)

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved