Berita Kalteng

Kabut Asap Palangkaraya Makin Parah, Sekolah Diliburkan, BPBD Evaluasi ini

Pemerintah Kota Palangkaraya, melalui Dinas Pendidikan Kota Palangkaraya , Kalimantan Tengah, Senin (12/8/2019), mulai meliburkan proses belajar

Kabut Asap Palangkaraya Makin Parah, Sekolah Diliburkan, BPBD Evaluasi ini
tribunkalteng.co/fathurahman
Kekeringan membuat sungai kahayan menyempit 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Pemerintah Kota Palangkaraya, melalui Dinas Pendidikan Kota Palangkaraya , Kalimantan Tengah, Senin (12/8/2019), mulai meliburkan proses belajar mengajar siswa dan siswi setempat di sekolah, karena kualitas udara mengganggu kesehatan.

Sejak beberapa hari ini indeks pencemaran udara di Palangkaraya menunjukkan kondisi sangat tidak sehat bahkan sempat dalam kondisi berbahaya.

Dinas pendidikan akhirnya mengambil kebijakan meliburkan siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangkaraya, H Sahdin Hasan, menginstruksikan, kepada semua kepala sekolah agar meliburkan proses belajar mengajar, mencermati keadaan udara dan asap yang mengganggu kesehatan masyarakat utamanya para siswa.

Baca: Rencana Baru Hotman Paris pada Pengacara Rey Utami dan Pablo Benua, Farhat Abbas Diancam Ini

Baca: Viral Video Dua WNA Tertawa Lecehkan Tempat Suci di Bali, Air Pelinggih untuk Cuci Bokong Wanita

Baca: Nama Syahrini Disebut-sebut Saat Luna Maya dan Teman-temannya Tertawa Lepas Fotonya Diposting

Baca: Motif Sebenarnya Peneror Ruben Onsu Terbongkar, Teman Ayu Ting Ting & Ivan Gunawan Tahu Pelakunya?

Maka pada hari ini, Senin (12 /8/2019) kegiatan belajar di sekolah diliburkan dengan catatan, siswa yang telah berada di sekolah pagi ini diminta kembali ke rumah masing-masing dan sedapat mungkin diantar orangtua atau wali murid.

Dia mengimbau pada siswa agar tidak melakukan aktivitas di luar rumah, serta mengisi waktu libur dengan belajar mandiri, dan selalu menggunakan masker, selain itu, untuk Selasa dan seterusnya akan dicermati kembali keadaan udara dan asap di Palangkaraya.

Sementara itu, upaya meminta turun hujan dilakukan ratusan jemaah Pondok Pesantren Darul Amin, Jalan Yakut, Nomor 18, Palangkaraya, Sabtu, 10 Agustus 2019 pukul 07.30 WIB, dan dimbau umat islam lainnya juga menggelar hal yang sama.

Ini karena upaya pemadaman kebakaran lahan dari darat dan udara yang dilakukan sudah kurang efektif, karena kebakaran lahan semakin sporadis, dan kabut asap yang kian parah.

Sejumlah orangtua siswa dan warga berharap penanganan kebakaran lahan yang terjadi di Kalteng bisa diatasi secepatnya.

Ini, agar peristiwa parah dampak kabut asap tahun 2015 tidak terjadi lagi di Palangkaraya khususnya.

"Kami berharap ada penyelesaiannya sehingga tidak banyak yang terserang prnyakit ISPA dan perekonomian tidak terganggu," ujar Dody warga Palangkaraya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Kalteng terus melakukan upaya pemadaman dan melakukan evaluasi penanganan kebakaran lahan, karena upaya pemadaman lokasi lahan terbakar dilakukan di darat dan udara, namun hasilnya belum optimal.

banjarmasinpost.co.id / faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved