Berita Kotabaru

Kekurangan Ruang Kelas, Perpustakaan SMPN 7 Kotabaru Disekat Jadi Dua, Begini Kondisinya

SMPN 7 Kotabaru yang saat ini masih kekurangan kelas, terpaksa menggunakan ruang perpustakaan jadi ruang kelas.

Kekurangan Ruang Kelas, Perpustakaan SMPN 7 Kotabaru Disekat Jadi Dua, Begini Kondisinya
istimewa
Perpustakaan di Halaman SMPN 7 Kotabaru 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - SMPN 7 Kotabaru yang saat ini masih kekurangan kelas, terpaksa menggunakan ruang perpustakaan jadi ruang kelas.

Bangunan perpustakan yang cukup besar tersebut disulap menjadi dua ruangan untuk siswa-siswi kelas VIII dan IX.

Sementara untuk kelas VII, menggunakan bangunan sendiri.

Sekolah ini memang masih kekurangan bangunan karena hanya terdiri dari 3 bangunan yakni satu ruang kelas, satu kantor dan satu perpustakaan.

Sebelumnya, sesuai pemberitaan Banjarmasinpost.co.id, Dinas Pendidikan Kotabaru telah berkomitmen untuk membantu sekolah tersebut.

Baca: Dilamar Pakai Hafalan 30 Juz, Ayu Ting Ting Bereaksi Begini, Teman Nikita Mirzani Itu Jawab Singkat

Baca: Cara Menyimpan dan Mengolah Daging Kurban agar Empuk dan Nutrisinya Maksimal saat Dimasak

Baca: Kutipan (Quotes) Presiden Soekarno Cocok untuk Sambut HUT Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 2019

Baca: Isu Barbie Kumalasari Akan Tinggalkan Galih Ginanjar & Incar Kriss Hatta Mencuat, Nangis Cerita Ini

Secara bertahap, pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan, berjanji tidak diam saja dengan kondisi sekolah tersebut.

Namun, dari pihak sekolah sepertinya sudah mendesak.

Ruangan perpustakaan yang disekat jadi dua kelas terbilang bising.

Ruangan hanya dihalangi papan triplek seadanya.

Sehingga saat suasana pembelajaran berlangsung, akan terdengar jelas di ruangan tersebut.

Lantas ruang perpustakaan di pakai jadi kelas, perpustakaannya dimana? Terkait hal itu, Kepala Sekolah Hj Nor Anisah SPd MM dan guru-guru di SMPN 7 Kotabaru untuk sementara tak memiliki perpustaskaan khusus di tengah keterbatasan ruangan.

Menurut seorang guru SMPN 7 Kotabaru, Noorhana, Senin (12/8/19) saat ini terpaksa membeli rak buku untuk keperluan penempatan buku-buku.

Sebelumnya, memang belum ada tempat dan baru-baru ini saja memiliki rak.

"Ini pekan kedua, rak buku yang ada sekarang kami pakai baru dibeli pada Senin lalu, itu pun sumbangan dari teman," katanya.

Sementara untuk buku-buku yang ada, itu ada yang milik pribadi dari guru-guru dan ada sebagian dari sekolah Dasar Satu Atap sebelumnya di Hilir Muara.

Sisanya, banyak rekan yang menyumbangkan bukunya.

Kebanyakan, buku-buku itu juga hibah dari Kepala Sekolah.

"Sementara untuk lokasi perpustakan terpaksa kami gunakan halaman kantor dan duduk lesehan untuk baca buku, soalnya belum ada ruangan sendiri," katanya.

Harapan pihak sekolah hanya penambahan bangunan.

Sebab, saat ini tidak bisa nerbuat apa-apa.

Terlebih lagi tahun ini ada bantuan komputer sekitar 22 unit yang saat ini belum bisa digunakan lantaran belum ada ruangan.

"Kami hanya berharap segera dibangunkan ruangan lagi untuk kebutuhan proses belajar," katanya.

(banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved