Regulasi Pemblokiran Ponsel BM

Punya Pengalaman Kurang Menyenangkan Membeli Ponsel BM, Lelaki ini Sambut Baik Kebijakan Pemerintah

Bukan dari luar negeri, tapi dia dapat dari dalam negeri tepatnya Batam secara online.

Punya Pengalaman Kurang Menyenangkan Membeli Ponsel BM, Lelaki ini Sambut Baik Kebijakan Pemerintah
BPost Cetak
BPost edisi cetak Senin (12/8/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Lain lagi dengan apa yang dialami Bowo, warga Sidomulyo Banjarbaru.

Dia merasa tertipu akibat beli ponsel murah berlabel black market.

Bukan dari luar negeri, tapi dia dapat dari dalam negeri tepatnya Batam secara online.

"Iya saya tahu apa itu ponsel black market. Itu tidak ada pakai pajak, saya dapat dari Batam. Murah dapat dibawah satu jutaan dibanding harga di pasaran umum untuk ponsel sejenis yang legal bisa sampai Rp 5 jutaan. Setelah barang sampai malah kecewa, sekalinya tidak bisa dipakai karena kartu ngisinya besuntik," kata Bowo.

Baca: Cukup Mengetik Kata Kunci ini Pada Pencarian, Transaksi Ponsel BM Semakin Mudah Didapat

Baca: VIDEO VIRAL! Bocah Perempuan Tak Izinkan Ayahnya Ikut Potong Sapi Kurban Idul Adha, Alasannya Kocak

Baca: Kelakuan Salmafina, Putri Sunan Kalijaga Saat Idul Adha 2019 Terungkap, Sedang Taqy Malik Pamer Ini

Makin dongkol, karena ketika komplain coba menelepon penjualnya malah tidak aktif lagi nomor kontaknya.

"Saya kapok beli barang kaya gitu. Inggih via online. Pas ulun telepon nomor teleponnya tidak aktif lagi. Rasa tertipu banar Ulun eh. Baik beli dari toko di Banjarbaru atau Banjarmasin, biar kredit tapi nyaman komplain kalau ada kerusakan," katanya.

Tidak heran bila Bowo menyambut baik kebijakan pemerintah itu agar jangan ada lagi korban ponsel murah luar negeri yang dia sebut ilegal.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved