Berita Kalteng

TAK DISANGKA! Daun Bajakah Tunggal dari Hutan Kalteng Ini Bisa Sembuhkan Kanker, Siswa Ini Penemunya

Akar tanaman bajakah tunggal ini banyak ditemukan di hutan kalimantan, oleh warga lokal sejak lama dipakai untuk pengobatan untuk penyakit kanker

TAK DISANGKA! Daun Bajakah Tunggal dari Hutan Kalteng Ini Bisa Sembuhkan Kanker, Siswa Ini Penemunya
Banjarmasinpost.co.id/faturahman
Dua siswi SMAN-2 Palangkaraya, Aysa Aurealya Maharani (berjilbab) dan Anggina Rafitri (tiga dan empat dari kanan) yang karya ilmiah ramuan tradisionalnya meraih penghargaan internasional di Soul Korea Selatan berfoto bersama rekan dan tenaga pengajar di SMAN-2 Palangkaraya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Tidak disangka, ternyata obat tumor maupun obat penyakit kanker ada di hutan Kalimantan, salah satunya adalah ramuan akar tanaman bajakah tunggal dengan ekstraknya dipakai oleh orang lokal di pedalaman Kalimantan Tengah untuk pengobatan tradisional terbukti ampuh.

Akar tanaman bajakah tunggal ini banyak ditemukan di hutan kalimantan, oleh warga lokal sejak lama dipakai untuk pengobatan untuk penyakit kanker dan tumor.

Karya ilmiah ramuan tradisional ini, kemudian dibuat tulisan oleh dua siswi SMAN 2 Palangkaraya, dalam event nasional bahkan internasional, berhasil jadi juara dan puncaknya mendapat medali emas dalam event di Soul Korea Selatan.

Prestasi membanggakan bagi Kalimantan Tengah karena karya tulis ilmiah hasil karya siswa dan siswi SMAN-2 Palangkaraya bisa mendunia, dengan misi mengenalkan ramuan tradisional khas lokal akar bajakah yang banyak terdapat di Hutan Kalimantan Tengah yang secara ilmiah bisa menyembuhkan Kanker dan Tumor.

Baca: FAKTA Tanaman Bajakah Kalteng, Penyembuh Kanker Seperti Ani Yudhoyono, Agung Hercules & Sutopo Purwo

Baca: Video Penampakan Tanaman Bajakah Sembuhkan Kanker Stadium 4 Bikin Kaget Aiman

Ramuan akar bajakah tunggal meraih emas pada Lomba Karya Ilmiah Internasional di Seoul, Korea Selatan, pada 25-27 Juli 2019 lalu.

Dua orang siswi SMA Favorit di Palangkaraya yang dapat penghargaan tersebut adalah Aysa Aurealya Maharani dan Anggina Rafitri dengan bimbingan gurunya Ibu Helita.

Saat ditanya seputar penghargaan tesebut, pembimbing dua siswi tersebut, Helita, Senin (12/8/2019) mengungkapkan, sebagai pembimbing dia hanya mengarahkan anak didiknya untuk kreatif dalam membuat jarya ilmiah dengan melihat kearifan lokal.

Sehingga salah satu karya ilmiah yang berhasil dapat emas adalah tentang ramuan tradisional lokal ekstrak akar bajakah.

"Ada beberapa karya ilmiah yang kami ikutkan dalam lomba karya limiah di tingkat nasional dan internasional, teryata karya ilmiah ramuan tradisional akar tanaman bajakah itulah yang berhasil meraih medali emas ditingkat nasional hingga internasional," ujarnya.

Sementara itu, Aysa Aurealya Maharani dan Anggina Rafitri, sendiri mengatakan, karya ilmiah yang diikutkan dalam lomba tersebut merupakan awalnya dari pengalaman rekannya bernama Yajid yang menggunakan ekstrak akar tanaman bajakah tunggal yang berhasil mengobati kanker payudara neneknya.

Pengalaman Yajid kemudian, dilakukan ujicoba oleh dua siswi SMAN-2 Palangkaraya dengan melakukan eksperimen terhadap tikus putih yang ada penyakit tumornya dengan memberikan ekstrak akar tanaman bajakah tunggal yang telah ditumbuk dan ekstraknya diambil untuk diberikan pada tikus.

Halaman
123
Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved