Berita Kalteng

TAK DISANGKA! Daun Bajakah Tunggal dari Hutan Kalteng Ini Bisa Sembuhkan Kanker, Siswa Ini Penemunya

Akar tanaman bajakah tunggal ini banyak ditemukan di hutan kalimantan, oleh warga lokal sejak lama dipakai untuk pengobatan untuk penyakit kanker

TAK DISANGKA! Daun Bajakah Tunggal dari Hutan Kalteng Ini Bisa Sembuhkan Kanker, Siswa Ini Penemunya
Banjarmasinpost.co.id/faturahman
Dua siswi SMAN-2 Palangkaraya, Aysa Aurealya Maharani (berjilbab) dan Anggina Rafitri (tiga dan empat dari kanan) yang karya ilmiah ramuan tradisionalnya meraih penghargaan internasional di Soul Korea Selatan berfoto bersama rekan dan tenaga pengajar di SMAN-2 Palangkaraya. 

"Kami amati selama 50 hari ternyata, pemberian ekstrak akar tanaman bajakah tunggal tersebut mampu melemahkan dan mengecilkan tumor pada tikus putih atau disebut kemencit tersebut, karena didalam akar bajalah tunggal terdapat kandungan yang bisa melemahkan penyakit kanker dan tumor ganas pada binatang dan manusia," ujar dua siswi ini.

Baca: Sorotan pada Tas Super Mini Selebgram Rachel Vennya untuk Calon Bayinya, Serupa Tas Luna Maya?

Baca: Penampakan Rumah Mewah Suami Maia Estianty Irwan Mussry, Bandingkan Rumah Ahmad Dhani Mulan Jameela

Baca: Wali Kota Airin Bertanggung Jawab Kematian Anggota Paskibraka Tangsel, KPAI Sebut Permen Ini

Baca: Jadwal Liga 1 2019 Pekan 14 : Ada Arema FC vs Persebaya, PSM vs Persib & Madura United vs Persija

Karya ilmiah siswi SMAN-2 Palangkaraya ini, setelah banyak dipublikaskan media banyak mendapat perhatian masyarakat yang ingin tau akar tanaman bajakah tunggal tersebut, sehingga menjadi perbincangan secara nasional dan viral di media sosial.

Guru pembimbing dua siswi tersebut, Helita mengatakan, hingga saat ini siswinya hanya mampu menyumbangkan karya ilmiah berupa akar tanaman bajakah saja, namun belum ada perusahaa farmasi yang berminat untuk bekerjasama dalam pembuatan obat pembunuh sel kanker dan tumor dengan tanaman obat tradisional warga dayak Kalteng tersebut.

Tanggapan Ahli

Kabar mengenai dua siswa asal SMA Negeri Palangka Raya, Anggina Rafitri dan Aysa Aurealya Maharani, yang meraih medali emas di World Invention Creativity Olympic (WICO), Seoul, Korea Selatan disambut antusias oleh masyarakat Indonesia.

Dalam kabar yang beredar, keduanya disebut menemukan obat penyembuh kanker dari akar tumbuhan Bajakah (tumbuhan khas Kalimantan Tengah) yang dibubukkan.

Ketika bubuk Bajakah diuji cobakan ke tikus, Anggina dan Aysa menemukan bahwa sel tumor bisa menghilang dalam waktu dua minggu.

Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) pusat, Prof Dr dr Aru Sudoyo, meminta masyarakat untuk tidak berlebihan berharap terhadap Bajakah.

"Masyarakat tidak perlu terlalu berharap tinggi dengan hasil uji coba awal begitu. Ingat, tidak ada obat yang ajaib," ujarnya ketika dihubungi oleh Kompas.com via telepon, Senin (12/8/2019).

Lebih lanjut Aru menegaskan bahwa memang ada banyak sekali obat kanker yang berasal dari tanaman herbal khas Indonesia. Biasanya bukan berupa dedaunan, bisa berupa akar bahkan kulit batang pepohonan. Namun, butuh proses panjang atau lama untuk memastikan secara benar manfaatnya terhadap pengobatan kanker pada manusia.

Halaman
123
Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved