Berita Batola

Air PDAM Batola Asin, Warga Kecamatan Tamban Batola Beralih ke Sumur Bor

Dua wilayah kecamatan tersebut juga sudah kena dampak intrusi air laut sehingga rasa air PDAM Kabupaten Batola menjadi hanta.

banjarmasin post group/ edi nugroho
Sungai Barito di kawasan bawah Jembatan Rumpian, Kecamatan Marabahan, Kabupaten Batola. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - WARGA di di sejumlah desa wilayah Kecamatan Tamban Kabupaten Batola lebih memilih Pamsimas dan sumur bor di kecamatan setempat untuk keperluan air minum. Keputusan warga ini menyusul air PDAM Kabupaten Batola sudah kena dampak intrusi air laut sehingga rasa air PDAM Kabupaten Batola menjadi hanta.

“PDAM Tamban masih beroperasi, kondisi aìr bukan hanta tapi mulai masin atau asin,” kata Camat Tamban, Batola Supian Suri, Selasa (13/8/19).

Menurut Supian, untuk air minum di setiap desa di Kecamatan Tamban ada tersedia Pamsimas dan sumur bor. Warga di wilayah Kecamatan Anjir Muara dan Kecamatan Anjir Pasar, Kabupaten Batola.

Dua wilayah kecamatan tersebut juga sudah kena dampak intrusi air laut sehingga rasa air PDAM Kabupaten Batola menjadi hanta.

Baca: Beredar di Whatsapp, Susunan Kabinet II Jokowi-Maruf, Ada Najwa Shihab, Mahfud MD dan Fadli Zon

Baca: Video Penampakan Tanaman Bajakah Sembuhkan Kanker Stadium 4 Bikin Kaget Aiman

lman, warga RT 03, No 9, Desa Anjir Pasar Kota 1, Kecamatan Anjir Pasar, Kabupaten Batola,
mengakui saat ini air PDAM kabupaten setempat memang sedang bermasalah, terutama pada musim kemarau seperti ini.

“Rasa air PDAM sekarang berubah menjadi hanta. Mudah-mudahan ini segera berakhir,” kata Ilman.

Dijelaskan Ilman, solusi warga saat ini dengan membeli air galon maupun juga mengambil air dari sumur bor. Untuk air leding PDAM Batola dengan rasa air hanta sekarang hanya digunakan untuk mencuci pakaian.

“Kalau air PDAM Batola tak berani dikonsumsi saat ini,” katanya.

Permukiman di tepian Sungai Barito di kawasan bawah Jembatan Rumpian, Kecamatan Marabahan, Kabupaten Batola.
Permukiman di tepian Sungai Barito di kawasan bawah Jembatan Rumpian, Kecamatan Marabahan, Kabupaten Batola. (banjarmasin post group/edi nugroho)

Camat Anjir Muara Kabupaten Batola Jaya, mengakui sejak beberapa waktu lalu Sungai Barito sudah mulai terasa hanta. Otomatis aliran air PDAM di wilayah Kecamatan Anjir Muara pun agak berasa hanta..

“Air PDAM Batola untuk keperlun mandi, cuci dll masih bisa digunakan karena belum terasa asin banget. Untuk air minum warga masyarakat banyak yang menggunakan air minum isi ulang, bukan dari air PDAM. Dalam beberapa hari ini air PDAM sudah agak hambar,” katanya.

Baca: Jawaban Tak Terduga Ayu Ting Ting Dilamar Pakai Hafalan Alquran 30 Juz, Teman Ivan Gunawan Bereaksi

Baca: Amalia Rezeki Promosikan Ekowisata Konservasi Bekantan Kalimantan Selatan di Estonia

Direktur Utama PDAM Kabupaten Batola, Sumadi, menegaskan jika intrusi air laut misalnya sampai Kota Marabahan berarti sumber air baku untuk wilayah Kecamatan Tabunganen, Tamban, Anjir Muara-Pasar, Rantau Badauh, Belawang-Wanaraya, Barambai, Cerbon, Marabahan dan Jejangkit akan kena dampaknya.

“Iya sembilan IPA di kecamatan-kecamatan tersebut akan kena dampaknya akibat intrusi air laut dan belum ada solusinya,” tegas Sumadi. (Banjarmasinspost.co.id/edi nugroho).

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved