Kisah di Balik Berdirinya Tanahbumbu

Baru Seumur Jagung Setelah Lepas dari Kotabaru, Tanahbumbu Sempat Disebut Kabupaten 'Bayi Ajaib'

Kendati dengan usia yang mulai beranjak remaja (15 tahun), Kabupaten Tanahbumbu salah satu kabupaten yang mampu bersaing dengan kabupaten lainnya.

Baru Seumur Jagung Setelah Lepas dari Kotabaru, Tanahbumbu Sempat Disebut Kabupaten 'Bayi Ajaib'
banjarmasin post group/ helriansyah
Masjid Agung Nurussalam, Tanahbumbu 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Dengan kondisi serba keterbatasan setelah lepas dari Kabupaten induk Kotabaru, Kabupaten Tanahbumbu resmi terbentuk pada 8 April 2003.

Terus melakukan terobosan, dengan mempercepat pembangunan terutamanya infrastruktur pendukung berjalannya roda pemerintahan di masa itu.

Kendati dengan usia yang mulai beranjak remaja (15 tahun), Kabupaten Tanahbumbu salah satu kabupaten yang mampu bersaing dengan kabupaten lainnya di bidang pembangunan.

Maka dari itu, tidak salah kabupaten pemekaran dari kabupaten induk (Kotabaru) tersebut diberi mendapat julukan Tanahbumbu kabupaten 'Bayi Ajaib'.

Menurut Wakil Ketua DPRD Tanahbumbu H Hasanuddin, istilah julukan itu. Walau Tanahbumbu kabupaten kala itu diibaratkan bayi baru dilahirkan, namun ia (kabupaten) ini sudah dapat berlari.

"Awalnya sangat minim ketersediaan infraatruktur," jelas Hasanuddin kepada banjarmasinpost.co.id.

Baca: Pelantikan Anggota DPRD Tanahbumbu Pertama pada 26 Agustus 2014 Berlangsung di Pesisir Pantai

Seiring berjalannya waktu, terobosan-terobosan terus dilakukan. Seperti pembangunan jalan lingkar 30, hingga fasilitas ibadah yaitu pembangunan Masjid Agung Nurussalam, kantor DPRD dan Rumah Sakit diera kepempimpinan dr H Zairullah Azhar MSc.

Hanya dengan kekuatan anggaran Rp 450 miliar, secara bertahap pemenuhan kebutuhan kantor pemerintahan terus dilaksanakan. Dengan membangun kantor Bupati dan beberapa kantor SKPD (satuan kerja perangkat daerah).

Salah satu kantor SKPD di Pemkab Tanahbumbu, di Batulicin Kecamatan Simpang Empat Tanahbumbu.
Salah satu kantor SKPD di Pemkab Tanahbumbu, di Batulicin Kecamatan Simpang Empat Tanahbumbu. (banjarmasin post group/helriansyah)

Bersamaan waktu itu, cikal bakal sebelum lahirnya undang-undang desa, melalui PDSB (pembangunan desa sejahtera bersujud). Dengan keterbatasan anggaran, untuk pembangunan desa pemerintah daerah hanya mampu mengalokasikan anggaran Rp 300 juta perdesa.

Baca: Kisah Unik di Balik Berdirinya Kabupaten Tanahbumbu, 27 Januari 2003 Puncak Mengharukan

Kendati di tengah keterbatasan anggaran, namun laksana bayi baru dilahirkan, namun bisa berlari kabupaten Tanahbumbu terus mengembanhkan wilayah. Dengan melakukan pemekaran lima kecamatan dari hanya lima kecamatan sebelumnya.

"Dari lima kecamatan menjadi 10 kecamatan. Begitu pula desa, awalnya 112 desa menjadi 144 desa," jelas Hasanuddin.

(Banjarmasinpost.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved