Berita Banjarbaru

BNN Kota Banjarbaru Sosialisasi Bahaya Narkoba ke Ponpes, Santri Kaget Narkoba Bisa Bikin Gila

BNN Kota Banjarbaru Sosialisasi Bahaya Narkoba ke Ponpes, Santri Kaget Narkoba Bisa bikin Gila

BNN Kota Banjarbaru Sosialisasi Bahaya Narkoba ke Ponpes, Santri Kaget Narkoba Bisa Bikin Gila
banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
(BNN) Kota Banjarbaru menggelar sosialisasi bahaya narkoba di Pondok Pesantren (Ponpes), Selasa (13/8/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Sebanyak 50 siswa siswi di Madrasah Tsanawiyah (MTs) maupun Madrasah Aliyah (MA) Ponpes Wali Songo, Kelurahan Guntung Manggis, Kota Banjarbaru, tampak serius mendengarkan arahan di salah satu aula, Selasa (13/8/2019).

Satu di antaranya adalah M Ma'ruf Al Kurhi. Siswa kelas 12 MA tersebut baru tau kalau bahaya narkoba itu sampai bisa membuat orang gila.

"Menurut saya narkoba adalah zat yang berbahaya yang dapat merusak bagian tubuh dan dapat merusak pikiran maupun kejiwaan. Ternyata tadi dijelaskan bisa sampai orang gila," kata Maruf.

Ya, kemarin Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banjarbaru menggelar sosialisasi di Pondok Pesantren (Ponpes) akan bahaya narkoba.

Baca: Isyarat Guru Khalil Tak Lagi Maju Pilkada 2020, Sebut Serahkan ke Kalangan Parpol Kabupaten Banjar

Baca: Pernikahan Cut Meyriska Kian Dekat, Foto Roger Danuarta dan Diana Pungky Beredar dan Jadi Sorotan

Baca: Perselingkuhan Ruben Onsu dengan Pedangdut Ini Dibongkar Vanessa Angel di Depan Ayu Ting Ting Cs

Baca: Harga Jam Tangan Merry yang Dihadiahkan Raffi Ahmad & Nagita Slavina Saat Pamit Ternyata Mengejutkan

Pelaksana Harian (Plh) BNN kota Banjarbaru, M Khairani Nor, SE, menjelaskan tujuan dilakukan sosialisasi ini memberikan gambaran dampak buruk penggunaan narkoba, Indonesia darurat narkoba, serta penyalahgunaan, pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN).

"Kita kemas sosialisasi ini seperti Talkshow. Harapan kami para siswa itu akan mengerti dampak bahaya penggunaan narkoba, sehingga mereka mampu menghindarkan diri dan menjauhi narkoba,” kata Khairani.

Bukan berhenti di situ saja. Akan tetapi sebanyak 50 ini nantinya diharapkan bisa membentuk Satgas atau penggiat anti narkorba khusus di lingkungan pendidikan Ponpes Wali Songo.

Diharapkan ya nanti Satgas itu bisa menular kan sisi positif untuk mengedukasi ke rekan sebaya.

Dikatakannya, khusus di Kota Banjarbaru, memang saat ini di lingkungan pendidikan jarang sekali ditemukan adanya penggunaan narkotika. Karena faktanya, para pelajar lebih condong kepada penggunaan bahan-bahan Aditktif yang disalahgunakan.

Pimpinan Ponpes wali songo Banjarbaru, KH M Abdul Hamid Marzuki merasa bersyukur BNN telah memperhatikan pesantren sebagai tempat sosialisasi.

"Diharapkan dengan sosialisasi ini generasi muda akan tahu dampak negatif narkoba, sehingga tidak mencoba" ujarnya.

Menurutnya, untuk meruntuhkan bangsa tidak lagi dengan perang fisik, tapi dengan menghancurkan generasi muda dengan membuat mental dan fisiknya lemah melalui narkoba. Padahal generasi muda kekuatan agama dan bangsa.

"Alhamdulillah di pondok kami belum pernah ada santri yang tersandung narkoba. " ujarnya.

(banjarmasinpost.co.id,/nurholis huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved