Kisah di Balik Berdirinya Tanahbumbu

Bupati Pertama Tanahbumbu Zairullah Inisiator Terbitnya Undang-Undang Desa

dipimpin dr H Zairullah Azhar, punya banyak strategi dan konsep terarah. Salah satunya adalah pembentukan PDSB (pembangunan desa sejahtera bersujud).

Bupati Pertama Tanahbumbu Zairullah Inisiator Terbitnya Undang-Undang Desa
banjarmasin post group/helriansyah
Salah satu kantor SKPD di Pemkab Tanahbumbu, di Batulicin Kecamatan Simpang Empat Tanahbumbu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID,BATULICIN - Boleh diakui. Kabupaten Tanahbumbu awal mula dipimpin dr H Zairullah Azhar, punya banyak strategi dan konsep terarah. Salah satunya adalah pembentukan PDSB (pembangunan desa sejahtera bersujud).

"Karena beliau (pak Zairullah) waktu itu sudah punya gambaran bahwasanya suatu saat akan lahir undang-undang desa. Yang mana desa dibiayai oleh pusat. Makanya PDSB tadi sebuah pancingan," ujar Hasanuddin.

Sekaligus melakukan prosentase ke Kementerian Dalam Negeri, di antaranya tentang gambaran lahirnya undang-undang desa.

"Tanahbumbu yang jadi inisiator (lahirnya undang-undang desa)," ujarnya Hasanuddin.

Membangun dan membesarkan sebuah kabupaten bukanlah perkara mudah. Selain diperlukan perjuangan, doa, namun juga cukup menguras pemikiran. Kabupaten Tanahbumbu misalnya, dulu wilayah ini menjadi bagian dari Kabupaten Kotabaru.

Baca: Kisah Unik di Balik Berdirinya Kabupaten Tanahbumbu, 27 Januari 2003 Puncak Mengharukan

Untuk bisa "lepas" dari kabupaten induk, berdiri sendiri dan mandiri meski harus tergopoh-gopoh. Hingga akhirnya Kabupaten Tanahbumbu terbentuk dengan usianya yang sekarang sudah 15 tahun.

Cukup berat dan dengan perjalanan cukup panjang untuk mewujudkan sebuah kabupaten berada di bagian Selatan kala itu, hingga sekarang Kabupaten Tanahbumbu yang menginjak usia remaja.

Perjuangan bermula upaya masyarakat bersama Panitia Penuntut Kabupaten Tanahbumbu untuk mendapatkan status Kabupaten otonom secara yuridis de facto.

Langkah awal, untuk mendapatkan status Kabupaten Tanahbumbu Selatan dimulai pembentukan Panitia Penuntut di Pagatan pada tahun 1959 berjalan sampai tahun 1972, dengan Ketua Drs H Ilham. Jafri, Ibrahim Ganie, Masquel, HM Jabir dan Idham Mansyur.

Zairullah Azhar saat mencoblos di Tanahbumbu (Tanbu), Rabu (9/12/2015)
Zairullah Azhar saat mencoblos di Tanahbumbu (Tanbu), Rabu (9/12/2015) (banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Periode pertama itu telah berhasil membangun kesepahaman seluruh masyarakat. Namun tidak mendapat dukungan dari pemerintah pusat, dikarenakan kondisi sosial politik tidak memungkinkan di masa itu. Sehingga perjuangan mendapatkan status Kabupaten Tanahbumbu tertunda.

Halaman
123
Penulis: Herliansyah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved