Berita Kabupaten Banjar

Dinas Lingkungan Hidup Banjar mUlai Tegas pada Pelanggar Lingkungan, Tidak Ada Toleransi

Dinas Lingkungan Hidup Banjar mUlai Tegas pada Pelanggar Lingkungan, Tidak Ada Toleransi

Dinas Lingkungan Hidup Banjar mUlai Tegas pada Pelanggar Lingkungan, Tidak Ada Toleransi
banjarmasinpost.co.id/idda royani
Pemateri memaparkan teknologi pengolah air kotor menjadi air bersih pada kalangan pelaku usaha/industri di Kabupaten Banjar, Selasa (13/8/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Aktivitas masyarakat maupun pelaku usaha di Kabupaten Banjar mengotori apalagi mencemari lingkungan tidak akan ditoleransi lagi.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat menegaskan akan menindak siapa pun yang melakukan hal tersebut.

Penegasan itu disampaikan Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan, DLH Banjar, H Gusti Rendy Firmansyah, Selasa (13/08/2019) siang, di hadapan para pelaku usaha/industri di Kabupaten Banjar.

DLH Banjar sengaja mengumpulkan kalangan pelaku usaha/industri tersebut guna 'ditatar' tentang pentingnya menjaga lingkungan pada acara Implementasi Gemas Darling di sektor Dunia Usaha dan Dunia Industri di Kabupaten Banjar.

Kegiatan yang digelar di ruang pertemuan hotel berbintang di kawasan Jalan A Yani, Kecamatan Kertakhanyar tersebut berlangsung sekitar lima jam, diikuti sekitar 20 pelaku usaha/industri.

Baca: Lelang Jabatan Kepala SKPD Tanah Laut Diikuti 38 Pesertam Sudah Mulai Uji Kompetensi

Baca: Kumpulan Ucapan Selamat Hari Pramuka ke-58 di Tahun 2019, Pas Untuk Medsos Instagram & Whatsapp

Baca: Gubernur Kalteng Sugianto Patenkan Ramuan Bajakah Pembunuh Kanker, Siswa Penemu Diundang ke Turki

Seyogianya kegiatan itu dihadiri oleh Kepala DLH Banjar H Boyke Wahyu Triestiyanto.

Namun ia berhalangan karena pada waktu yang sama harus mengikuti kegiatan penting di luar daerah.

"Beliau minta maaf tidak bisa hadir dan menugaskan saya. Pada kesempatan ini juga sesuai arahan beliau kami tegaskan akan menindak secara tegas siapa pun yang melakukan aktivitas dan menyebabkan persoalan lingkungan," seru Rendy.

Seketika itu juga seluruh peserta terhenyak. Mereka tampak meresapi penegasan dan di antaranya manggut-manggut. "Setuju, bagus, memang harus tegas," celetuk lirih salah seorang peserta.

Rendy mengatakan saat ini pihaknya telah menjalin kerjasama dengan aparat penegak hukum seperti kepolisian kejaksaan, dan pengadilan. Kerjasama ini penting dalam upaya justicia (hukum) yang akan diberlakukan.

Halaman
123
Penulis: Idda Royani
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved