Berita Kalteng

Gubernur Kalteng Sugianto Patenkan Ramuan Bajakah Pembunuh Kanker, Siswa Penemu Diundang ke Turki

Gubernur Kalteng Patenkan Ramuan Bajakah Pembunuh Kanker, Siswi Penemu Ramuan Pembunuh Kanker Diundang ke Turki

Gubernur Kalteng Sugianto Patenkan Ramuan Bajakah Pembunuh Kanker, Siswa Penemu Diundang ke Turki
humas pemprov kalteng
Siswa dan siswi SMAN 2 Palangkaraya penemu ramuan tradisional khas dayak Kalteng berupa akar pohon bajakah saat bertemu Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran di Istana Isen Mulang, Selasa (13/8/2019) malam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Prestasi mendunia yang ditorehkan siswi SMAN 2 Palangkaraya, Kalimantan Tengah dengan karya ilmiahnya menggunakan ekstrak akar pohon bajakah asli hutan Kalteng mendapat perhatian Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran.

Orang nomor satu di Kalteng ini, Selasa (13/8/2019) mengundang siswa SMAN-2 Palangkaraya yang karya ilmiahnya soal ramuan dayak pembunuh kanker dan tumor mendapat piagam emas dalam kancah kompetisi karya ilmiah dunia di Soul Korea Selatan.

Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran, mengatakan, siswi SMAN 2 Palangkaraya yang berprestasi menemukan ramuan pembunuh sel kanker dan tumor tersebut, patut dihargai, dan akar pohon bajakah yang ada di Hutan Kabupaten Gunungmas, Kalteng, harus dipatenkan.

"Ramuan akar tanaman Bajakah sebagai ramuan obat tradisional yang saat ini menjadi incaran banyak negara akan dipatenkan merupakan hak milik Kalteng dan merupakan temuan pelajar kita, ini akan saya buat untuk dipatenkan, ini adalah kekayaan alam kita di Kalteng," ujarnya. 

Baca: Ketua Sementara DPRD Balangan Cium Tangan Bupati, Hari ini Anggota DPRD Balangan 2019-2024 Dilantik

Baca: FAKTA Tanaman Bajakah Kalteng, Penyembuh Kanker Seperti Ani Yudhoyono, Agung Hercules & Sutopo Purwo

Baca: Ayra dan Anggina Angkat Tanaman Bajakah Tunggal ke Ajang Internasional, Semuanya Berawal dari Sini

Gubernur Sugianto, mengatakan, dengan adanya penemuan tersebut, akan sangat mendukung rencana Kalteng yang akan membangun rumah sakit untuk penderita kanker yang saat ini akan dilakukan pembangunanya.

"Saya akan patenkan akar bajakah tersebut sebagai hak mereka yang menemukanya," ujarnya lagi.

Sementara itu, pelajar yang menemukan ramuan tersebut yakni Yazid Rafli Akbar ,Anggina Rafitri dan Aysa Aurcalya Maharani, mengatakan, setelah berita tentang ramuan pembunuh sel Kanker dan Tumor tersebut merebak di media , mereka diundang ke Turki untuk memaparkan temuan akar Bajakah tersebut.

"Ya, setelah kami memenangkan karya ilmiah yang saat ini mendunia kabarnya, banyak yang ingin kami memaparkan soal itu termasuk dari Turki yang mengundang kami untuk datang ke sana memaparkan hasil temuan akar tanaman bajakah tersebut," ujarnya Anggina.

Namun, undangan tersebut diminta gubernur jangan dipenuhi dahulu, karena hasil temuan siswi SMAN 2 Palangkaraya tersebut, akan dipatenkan dahulu sehingga menjadi hak milik negara.

"Mereka diminta datang ke Turki untuk paparan soal temuan itu, saya minta jangan dipenuhi dulu, karena obat kanker dan tumor belum ada dan ternyata ada di hutan Kalteng," ujarnya.

(banjarmasinpost.co.id /faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved