Video

NEWSVIDEO : Kebun Karet Terendam, Petani Karet Damithulu Minta Bendungan Galian Tambang Ada Saluran

NEWSVIDEO : Kebun Karet Terendam, Petani Karet Damithulu Minta Bendungan Galian Tambang Punya Saluran

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Kebanjiran kebun karet yang menimpa petani di Desa Damithulu, Kecamatan Batuampar, Kabupaten Tanahlaut, Kalsel diduga karena aktivitas tambang, dipaparkan oleh petani karet, Ismanto.

Kepada banjarmasinpost.co.id, Senin (12/8/2019) kemaren di lahan karet milik warga yang terdampak, adanya rendaman air tersebut dikarenakan galian tambang berjarak kurang lebih lima kilometer dari desanya.

Penyebab utama jelasnya, ialah adanya bendungan yang dibuat oleh penambang pada galian tersebut. Sehingga air yang seharusnya mengalir ke timur, menjadi turun ke lahan karet yang semestinya bukan jalur sungai.

Dikawasan tersebut ujar Ismanto memang ada sungai hidup. Banyak sungai kecil yang airnya terus mengalir. Namun apabila ditutupi oleh bendungan, maka dampaknya ke lokasi perkebunan warga. Padahal satu tahun sebelumnya, kebun karet di desa tersebut ujarnya sama sekali tidak pernah terendam.

Baca: Petani Karet Damithulu Tanahlaut Minta Bendungan Tambang Buka Saluran, Sebabkan Lahan Karet Terendam

Baca: NEWSVIDEO : Truk Bermuatan Bata Terbalik di Gambut Kabupaten Banjar, Bagaimana Nasib Korban?

Baca: NEWS VIDEO : Polresta Banjarmasin Gagalkan Peredaran 1,1 Kg Sabu & 834 Butir Ineks

Ada sekitar empat bendungan yang mengahalangi aliran air di kawasan tersebut. Sehingga menyebabkan karet terendam.

Hal serupa juga disampaikan oleh Istihar. Ia mengatakan, penyebab utama positif karena tambang.

“Ini positif darisana (tambang), karena sebelumnya gak ada (tidak terendam),” ucap Istihar.

“Sejak dulu penambang memang ada. Cuma tidak pernah ditutup arus kalinya. Tetap ada jalannya. Tapi baru setahun ini saja kalinya ditutup,” tambahnya.

Seharusnya ujar Istihar bendungan yang dibuat oleh pemilik tambang harusnya tidak ada. Jika pun menggunakan bendungan, harus memiliki saluran pembuangan.

“Kalau air ini apabila dibendung juga membahayakan juga. Bendungan saja punya pembuangan, kok ini gak ada pembuanganya,” keluh Istihar.

Halaman
123
Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved