Kabut Asap

Sikapi Ancaman Presiden Joko Widodo, Jajaran Polda Kalsel Lakukan Rapat Masalah Karhutla

Ancaman Presiden Joko Widodo akan mencopot para pejabat seperti Pangdam, Kapolda, Danrem hingga Kapolres serta Dandim jika tak bisa mengatasi

Sikapi Ancaman Presiden Joko Widodo, Jajaran Polda Kalsel Lakukan Rapat Masalah Karhutla
BPost Cetak
BPost edisi cetak Selasa (13/8/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ancaman Presiden Joko Widodo akan mencopot para pejabat seperti Pangdam, Kapolda, Danrem hingga Kapolres serta Dandim jika tak bisa mengatasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mendapat perhatian aparat TNI-Polri di Kalimantan Selatan.

Koordinasi dilakukan antara lembaga.

Seperti pada Senin (12/8) siang diadakan rapat di Polda Kalsel. Rapat dihadiri berbagai pihak.

Karo Operasional Polda Kalsel Kombes Isdiyono seusai rapat mengatakan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah melaporkan titik-titik panas ke posko.

Ini untuk menjadi pertimbangan Satgas Udara melakukan water bombing.

Baca: Peringatan Lucinta Luna pada Barbie Kumalasari Agar Urus Galih Ginanjar di Penjara Ketimbang Ini

Baca: Parnonya Salmafina Sunan Jujur Soal Keputusannya ke Sunan Kalijaga, Mantan Taqy Malik Malah Begini

Baca: Kekhawatiran Ibunda Merry jika Anaknya Terus Bekerja Dengan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Terungkap

Baca: Setelah Dilamar Pakai Hafalan Alquran 30 Juz, Ayu Ting Ting Ungkap 5 Kriteria Calon Suami Idamannya

"Jika tidak perlu water bombing, ditangani Satgas Darat. Misal lokasi kebakaran bisa dijangkau roda dua atau empat maka Satgas Darat yang akan bergerak,” katanya.

Saat ini titik api muncul di mana-mana termasuk di sekitar Bandara Syamsudin Noor, Banjabaru.

"Perintah bapak presiden bandara tidak boleh terganggu asap. Oleh karena itu ada sedikit saja asap seperti di Jalan Kurnia kemarin langsung dipadamkan. Kemarin bahkan pak kapolda yang tengah melakukan pemantauan langsung ikut turun melakukan pemadaman," jelasnya.

Isdiyono mengatakan masyarakat masih suka menggunakan cara lama untuk membersihkan lahan yakni dengan membakar.

Jika ada ada warga, kelompok masyarakat atau perusahaan yang terbukti melakukannya, perwira berpangkat melati tiga ini menyatakan polisi akan menindaknya.

“Setiap daerah kebakaran akan langsung di-policeline. Ditanya pemiliknya siapa, terbakarnya karena apa, karena unsur kesengajaan atau apa atau karena faktor alam atau apa," paparnya.

Selain dari unsur kepolisian, rapat dihadiri LO BNPB Kalsel Kolonel Inf Fadjar Tjahjono, sejumlah pejabat dari BMKG Kalsel, kepala dinas kesehatan dan unsur TNI seperti dari Korem 101/Antasari, Kodim dan Polres.

Rapat ini juga dilakukan menjelang kedatangan Tim Supervisi Karhutla.

"Kedatangan Tim Supervisi guna memonitoring sinergitas TNI Polri dan Pemerintah Daerah di enam Provinsi siaga darurat Karhutla yaitu Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan," ucap Kabid Humas Kombes M Rifai menambahkan.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved