Berita Batola

Bandel Bayar Denda Rp 50 Juta, Kominfo Batola Segera Segel BTS Liar di Kawasan Ini

Dinas komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kabupaten Batola, kembali mengingatkan keberadaan Base Transceiver Station (BTS) liar di kabupaten setempat.

Bandel Bayar Denda Rp 50 Juta, Kominfo Batola Segera Segel BTS Liar di Kawasan Ini
Satpol PP Batola untuk Banjarmasinpost.co.id
Base ransceiver Station (BTS) liar di Desa Tamba Jaya, Kecamatan Tabukan, Kabupaten Batola, Rabu (3/10/18) lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Dinas komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kabupaten Batola, kembali mengingatkan keberadaan Base Transceiver Station (BTS) liar di kabupaten setempat.

Dalam waktu dekat, Pemkab Batola terus melakukan eksekusi terhadap eksekusi satu BTS liar di kabupaten setempat. Dari tiga belas BTS liar tersebut, akhirnya tinggal satu saja yang belum membayar denda Rp50 juta kepada pemkab setempat.

“Ini kita ingatkan. Ada satu BTS liar milik PT Daya Mitra di Desa Sungai Punggu Kecamatan Anjir Muara yang belum membayar denda ke Pemkab Batola," kata Kabid Tehnologi, Informasi dan Komunikasi Dinas Kominfo Batola, Irfan Rahmadi, Rabu (14/8/19).

Dikatkan Irfan, saat ini BTS liar milik PT Daya Mitra itu sudah sampai Surat Peringatan (SP) II. Jika sudah ada perintah penyegelan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Batola, maka Dinas Kominfo akan bergerak ke lapangan untuk melakukan penyegelan bersama aparat Satpol PP, polisi dan TNI.

Baca: Tampil Keren Bergaya Lamborghini, Mobil Milik Rizki Ini Bahkan Dipakai Angkut Barang Pindahan Rumah

Baca: Sempat Sepatunya Jebol, Kini Nike Kyrie 5 Milik Zion Williamson Terjual Seharga Rp 274 Juta

Baca: Tanpa Oplas! 10 Tips Agar Pipi Tirus Seperti Wajah Syahrini, Luna Maya, Maia Estianty & Agnez Mo

“Kita siap melakukan penyegelan BTS liar milik PT Daya Mitra. Kita potong aliran listriknya sehingga tak ada jaringan aktif lagi. Dengan begitu PT Daya Mitra akan mendapatkan komplain dari operator seluler,” katanya.

Irfan menghimbau agar semoga kedepannya para provider bisa bekerjasama dengan mematuhi peraturan daerah yang berlaku di Kabupaten Batola.

Menurut Irfan, para pemilik BTS liar atau ilegal yang sudah membayar denda tersebut, yakni diantaranya PT Tower Bersama Group sebanyak dua buah, PT Gihon sebanyak satu buah, PT Daya Mitra sebanyak 4 buah, PT Protelindo sebanyak 1 buah, PT CMI sebanyak 1 buah dan PT Smart Telekom sebanyak 1 buah.

“Jadi ada total ada 12 BTS liar yang sudah membayar denda Rp50 juta per BTS ke kas daerah Batola,” katanya.
(Banjarmasinpost.co.id/edi nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved