Berita Banjarmasin

Festival Kayutangi 2019 Dilombakan, Genta Tabalong Tampilkan Kikilai

Taman Budaya Kalimantan Selatan (Kalsel) hari ini Rabu (13/8/2019) sore menggelar Festival Kayutangi untuk menyemarakkan HUT Pemprov Kalsel ke 69.

Festival Kayutangi 2019 Dilombakan, Genta Tabalong Tampilkan Kikilai
banjarmasinpost.co.id/frans rumbon
Genta Tabalong saat tampil di Festival Kayutangi 2019 di Siring 0 Kilometer Banjarmasin, Rabu (14/8/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Taman Budaya Kalimantan Selatan (Kalsel) hari ini Rabu (13/8/2019) sore menggelar Festival Kayutangi 2019 untuk menyemarakkan HUT Pemprov Kalsel ke 69.

Festival Kayutangi ini sendiri diisi dengan kegiatan berupa pawai budaya, yang diikuti oleh sekitar 28 sanggar seni maupun juga komunitas yang ada di Kalsel.

Pawai budaya sendiri dilakukan dari halaman Gedung Mahligai Banjarmasin kemudian menuju Tugu 0 Kilometer di Jalan Jendral Sudirman.

Masing-masing peserta sendiri diberi kesempatan untuk menampilkan atraksinya selama dua menit di depan panggung utama, dan mendapatkan penilaian dari dewan juri.

Peserta sendiri menampilkan atraksi yang sangat beragam. Mulai dari atraksi memainkan musik panting, tarian dayak, bakuntau, dan lain sebagainya.

Salah satu peserta dalam Festival Kayutangi 2019, adalah dari grup Generasi Tabalong (Genta) yang menampilkan tarian Maarak Kikilai (orang-orangan sawah, red).

Baca: FDJ Silvya Tabrizz Kebanjiran Job Outdoor hingga ke Kalteng

Baca: Danrem Syech Ismed Berharap Dari Kejurprov Tinju 2019 ini Bisa Lahir kan Bibit Unggul Petinju Kalsel

Kikilai yang ditampilkan oleh Genta sendiri dibuat dari bahan-bahan anyaman, seperti purun yang merupakan khas Banjar, kemudian nyiru dan sebagainya. Dan Kikilai ini kemudian dikenakan oleh beberapa orang, dan sambil bergoyang mengikuti iringan musik.

"Sekarang Kikilai ini sudah sangat jarang ditemukan. Padahal orang zaman dahulu berhuma (bertani, red) menggunakan Kikilai ini untuk mengusir burung, sehingga sangat bersahabat juga dengan lingkungan dan keseimbangan ekosistem. Dan karena sudah jarang ditemukan, maka kami pun berusaha mengangkat Kikilai dalam karnaval ini," ujar Masdulhak Abdi selaku pembina Genta sekaligus juga menjabat sebagai Kabid Kebudayaan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tabalong.

Sementara itu Kepala Taman Budaya Kalsel, Suharyanti menerangkan Festival Kayutangi kali ini lebih semarak dari tahun sebelumnya.

"Biasanya festival ini kita adakan di Kayutangi. Dan untuk menyemarakkan HUT Kalsel ke 69 yang dilaksanakan di Siring 0 Kilometer, maka festivak ini pun juga kami laksanakan disini supaya lebih meriah. Dan tahun ini masing-masing grup peserta minimal terdiri dari 20 orang, sehingga totalnya lebih dari 500 an orang yang ikut," katanya.

Tak kalah penting, Suharyanti menerangkan bahwa festival kali ini sekaligus dilombakan. Sehingga peserta pun diberi kesempatan menampilkan atraksinya.

Baca: Pesona Kecantikan Dua Galuh Saat Hadiri Undangan Perkawinan Dalam Balutan Makeup dan Busana

Baca: Petugas Temukan Obat Sakit Jantung di Samping Mayat Bunda Warga Mantuil yang Meninggal di Rumahnya

"Untuk pertama kalinya dilombakan tahun ini, dan tadi sudah ada dewan juri yang melakukan penilaian. Pengumumannya nanti di acara Panggung Karasminan di Taman Budaya Kalsel," katanya.

Sementara itu salah seorang dewan juri, Abdul Rasyid menerangkan yang menjadi penilaian adalah tentang kearofan lokal yang ditampilkan peserta.

"Penilaian pertama tentunya kelengkapan peserta, kemudian kreativitasnya dan juga menangkat kearifan lokal," pungkasnya. (banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

Penulis: Frans
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved