Berita Batola

Relokasi PKL Jalur Hijau Handil Bakti, Hasil Pertemuan dengan Pedagang Dilaporkan ke Bupati Batola

Hasil dari sosialisasi relokasi ratusan Pedagang kaki lima (PKL) buah dan lapak non permanen yang menduduki jalur hijau Jalan Trans Kalimantan

Relokasi PKL Jalur Hijau Handil Bakti, Hasil Pertemuan dengan Pedagang Dilaporkan ke Bupati Batola
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
Seorang pedagang bertanya saat sosialisasi relokasi ratusan Pedagang kaki lima (PKL) buah dan lapak non permanen yang menduduki jalur hijau Jalan Trans Kalimantan, Handil Bakti ke Pasar Induk Handil Bakti, Selasa (13/8/19) kemarin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Hasil dari sosialisasi relokasi ratusan Pedagang kaki lima (PKL) buah dan lapak non permanen yang menduduki jalur hijau Jalan Trans Kalimantan, Handil Bakti ke los-los Pasar Induk Handil Bakti, Selasa (13/8/19) kemarin segera dilaporkan ke Bupati Batola Hj Noormiliyani.

“Iya, dari tentu semua hasil pertemuan sosialiasi ratusan PKL akan dilaporkan ke Bupati Batola,” kata Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Batola, Purkan, Rabu (14//8/19).

Menurut Purkan, hasil pertemuan dengan para PKL ini juga menjadi bahan untuk menggelar rapat lanjutan tahapan relokasi ratusan PKL tersebut. PKL yang berencana menempati los-los Pasar Induk Handil Bakti akan didata ulang.

Baca: 5 Fakta Kerusuhan Ajang Tinju Internasional, dari Uang Tiket Dilarikan hingga Panitia Dianiaya

Baca: VIRAL Banjir di Mina Ibadah Haji Hingga Pemadaman Listrik, Begini Penjelasan Kementerian Agama RI

Baca: VIRAL Tanaman Bajakah Sembuhkan Kanker, Begini Cerita Keluarga yang Pertama Kali Buktikan Khasiatnya

Selasa siang kemarin selain hadir Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Batola, Purkan, Kabid Perdagangan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Batola, Surono dan Kepala Satpol PP Kabupaten Batola, Anjar Wijaya juga hadir perwakilan dari ratusan PKL buah dan lapak non permanen Handil Bakti.Mereka seperti pedagang buah, PKL pakaian, PKL mainan, PKL helm, PKL ponsel, PKL stiker, PKL sepatu sendal, PKL kaset, PKL pancarakenan dan PKL alat pancing.

Anang Suginnor, PKL buah jalan nasional Trans Kalimantan saat sosialias relokasi PKL menyatakan pihaknya sudah 15 tahun berjualan di jalan nasional tersebut. Jualan buah harusnya mendapatkan perhatian lebih karena buah bisa cepat busuk, seperti los-losnya ditempatkan paling depan.

“Pengalihan arus lalulintas karena pembanguna Jembatan Kayu Tangi Ujung ini kan 2 tahun ke depan. Lalu setelah dua tahun, apakah jalan di sekitar los-los Pasar Induk Handil Bakti ini juga akan ramai dilewati orang” katanya.

Menurut Anang, setelah dua tahun ke depan dan jembatan Kayu Tangi Ujung yang dibangun Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah XI selesai, maka tipis harapan berjualan buah di los-los Pasar Induk Handil Bakti akan laku,

“Kita minta agar Pemkab Batola membuat satu desain los-los yang nampak dari pinggir jalan nasional agar jualan kami terlihat,” katanya. (Banjarmasinpost.co.id/edi nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved