Berita Kotabaru

Selama Agustus, Sudah 19,5 Hektare Lahan yang Terbakar, Sekda Bentuk Posko di BPBD Kotabaru

Bahkan saat ini, kebakaran terus terjadi tak terkecuali di Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan.

Selama Agustus, Sudah 19,5 Hektare Lahan yang Terbakar, Sekda Bentuk Posko di BPBD Kotabaru
BPBD Kotabaru
Kebakaran lahan di Kotabaru 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Kemarau sudah tiba, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kini mengancam.

Bahkan saat ini, kebakaran terus terjadi tak terkecuali di Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan.

Hingga saat ini, di Kabupaten Kotabaru sudah 13 titik dari awal Agustus hingga 14 Agustus.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kotabaru, H Rusian Ahmadi Jaya.

"Hingga tanggal 7 kemarin ada 9 titik dengan luasan yang terbakar 13,5 ha dan kemarin bertambah jadi 4 titik lagi dengan jumlah luasan lahan yang terbakar 6 ha. Jadi totalnya 19,5 ha, " katanya.

Baca: Permintaan Kado Istri Raffi Ahmad, Nagita Slavina untuk Rafathar pada Olla Ramlan, Berkait Merry?

Baca: Pose Mesra Maia Estianty & Ahmad Dhani Muncul dalam Foto Jadul Dewa 19, Sebelum Ada Mulan Jameela

Baca: Kemiripan Suami Syahrini, Reino Barack dengan Suami Pertama Nikita Mirzani, Ini Kesamaan Mereka

Baca: Kematian Ruben Onsu Jadi Sasaran, Teror ke Teman Ayu Ting Ting & Ivan Gunawan Tak Bisa Ditangkal?

Sekretaris Daerah Kabupaten Kotabaru H Said Akhmad, mengatakan saat ini memang sudah musim kemarau yang rentan dengan kebakaran lahan dan hutan.

Menghadapi itu, dia sudah membentuk posko di BPBD Kotabaru.

"Poskonya di Kantor BPBD Kotabaru, dan kami juga melakukan sosialisasi ke media hingga radio agar masyarakat tidak membakar lahan dan hutan," katanya.

Dia menjelaskn, saat ini Pemerintah Daerah hanya perlu meningkatkan kewaspadaan pencegahan terhadap kebakaran hutan dan lahan.

Selain itu, semua Camat hingga RTnya juga terlibat dalam pencegahan.

"Kita saat ini hanya perlu pencegahan, karena pencegahan ini yang perlu ditingkatkan. Kalau kebakaran memang sulit untuk dihilangkan tapi bisa diminimalisir," katanya.

Dia menegaskan, intinya langkah pencegahan yang dilaksanakan adalah membuat posko pengaduan disertai dengan kontak person yang perlu di hubungi.

Sebab, berada di musim kemarau perlu perhatian serius tentang kebakaran hutan dan lahan kepada masyarakat.

"Jadi sekali lagi diminta kepada masyarakat jangan melakukan pembakaran lahan. Jangan membuka lahan dengan cara membakar, " pangkasnya.

(banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved