Relokasi PKL

Sosialisasi Relokasi PKL ke Pasar Induk Handil Bakti, Pedagang Khawatirkan ini

Sosialisasi relokasi ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) buah dan lapak nonpermanen yang menduduki jalur hijau Jalan Trans Kalimantan, Handil Bakti

Sosialisasi Relokasi PKL ke Pasar Induk Handil Bakti, Pedagang Khawatirkan ini
BPost Cetak
Blitz edisi cetak Rabu (14/8/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Sosialisasi relokasi ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) buah dan lapak nonpermanen yang menduduki jalur hijau Jalan Trans Kalimantan, Handil Bakti ke los-los Pasar Induk Handil Bakti, Selasa (13/8) siang menjadi ajang pedagang untuk mengeluh dan bertanya.

Rifki seorang pedagang bakso, masih ragu apakah di tempat yang baru nantinya bakso yang dijual itu akan laku.

Soalnya, selama ini berjualan di pinggir Jalan Trans Kalimantan Alalak Handil Bakti cukup ramai karena di pinggir jalan nasional.

“Nah, jika saya jualan bakso di sini, gimana apakah akan laku,” tanya Rifki.

Anang Suginnor, PKL buah jalan nasional Trans Kalimantan, menyatakan, pihaknya sudah 15 tahun berjualan di jalan nasional tersebut.

Baca: Ibunda Bambang Yudhoyono Kritis Dirawat Intensif di ICU, SBY: Mohon Doa Semoga Diangkat Penyakitnya

Baca: Bukan Nagita Slavina! Sosok Menantu Amy Qanita yang Paling Sabar, Ibu Raffi Ahmad Sebut Alasannya

Baca: Pria Bule yang Dekat Salmafina, Putri Sunan Kalijaga Diungkap, Mantan Taqy Malik Sebut Soal Serius

Baca: Ekspresi Tak Terduga Galih Ginanjar Saat Barbie Kumalasari Lakukan Ini pada Kriss Hatta Terungkap

Jualan buah harusnya mendapatkan perhatian lebih karena buah bisa cepat busuk, seperti los-losnya ditempatkan paling depan.

“Pengalihan arus lalu lintas karena pembangunan Jembatan Kayu Tangi Ujung ini kan 2 tahun ke depan. Lalu setelah dua tahun, apakah jalan di sekitar los-los Pasar Induk Handil Bakti ini juga akan ramai dilewati orang” katanya.

Menurut Anang, setelah dua tahun ke depan dan Jembatan Kayu Tangi Ujung yang dibangun Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah XI selesai, maka tipis harapan berjualan buah di los-los Pasar Induk Handil Bakti akan laku.

“Kita minta agar Pemkab Batola membuat satu desain los-los yang tampak dari pinggir jalan nasional agar jualan kami terlihat,” katanya.

Ismantoro, pedagang stiker meminta jaminan keamaan setelah pedagang dipindah ke los-los Pasar Induk Handil Bakti.

Soalnya, los-los ini terbuka sehingga bagaimana keamanan pada malam harinya.

“Iya, kita minta jaminan keamanan dari Pemkab Batola. Kan los-los terbuka. Bagaimana mengamankan barang dagangan pada malam hari,” katanya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved