Berita Kabupaten Banjar

4 Hari Dirawat di RSUD Ulin Banjarmasin, Begini Kondisi Terkini Aulia, Bayi Kulit Melepuh Aluhaluh

Empat hari sudah Jihan Aulia menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

4 Hari Dirawat di RSUD Ulin Banjarmasin, Begini Kondisi Terkini Aulia, Bayi Kulit Melepuh Aluhaluh
HO/Ahmad Kamil untuk Bpost
SANTUNANĀ - Ahmad Kamil didampingi personel Polsek Aluhaluh menyerahkan uang santunan kepada orangtua Jihan Aulia di RSU Ulin Banjarmasin, Rabu (14/08/2019) malam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Empat hari sudah Jihan Aulia menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kondisi bayi yang baru berusia delapan bulan itu terus beruangsur membaik.

Bahkan kini anak ketiga (bungsu) Abdul Muhid, warga RT 01 Desa Podok, Kecamatan Aluhaluh, Kabupaten Banjar, itu mulai responsif dan kian tenang. "Sudah bisa dicilukbain. Kemarin saat saya cilukba, sudah merespons," tutur Ahmad Kamil, ketua Karang Taruna Muberasi Desa Podok, Kamis (15/08/2019).

Kamil menjenguk balita malang itu di RSU Ulin Banjarmasin, Rabu (14/08/2019) malam sekitar pukul 19.00 Wita. Tujuannya sekaligus menyerahkan bantuan uang hasil aksi sosial yang ia lakukan bersama anggotanya di Desa Podok untuk membantu biaya pengobatan Jihan Aulia.

Ia tak sendirian, tapi bersama seorang anggotanya serta personel Polsek Aluhaluh. Kedatangan Kamil disambut haru oleh Ahdul Muhid (37) dan istri Masnah (34). Bola mata kedua orangtua Jihan Aulia ini berkaca-kaca. Ungkapan terima kasih pun berulangkali terucap.

"Uang yang kami serahkan sebesar Rp 3.248.800. Ini hasil penggalangan dana kemanusiaan yang kami laksanakan selama tiga hari sejak Senin kemarin," sebut Kamil.

Baca: Simpati untuk Balita Kulit Melepuh Aluhaluh Terus Mengalir, Begini Aksi Karang Taruna Setempat

Baca: Balita Kulit Melepuh Masih Kerap Menangis, Begini Kondisinya

Baca: BREAKING NEWS - Balita di Kabupaten Banjar Ini Kena Tumpahan Nasi di Rice Coocker, Kulitnya Melepuh

Sebelum berangkat ke RSU Ulin, Kamil lebih dulu menyambangi kediaman Abdul Muhid. Di tempat ini ia memberikan santunan untuk anak sulung Muhid, Abilia (14). "Tak banyak uang yang kami berikan kepada anak Pak Muhid, sekedarnya," tandasnya.

Empati dan uluran tangan dermawan memang sangat dibutuhkan Abdul Muhid. Pasalnya, biaya pengobatan untuk anak bungsunya tersebut membutuhkan biaya yang tak sedikit. Pada operasi pertama saja membutuhkan biaya sebesar Rp 25 juta, sementara ia tak memiliki kartu BPJS.

Di Desa Podok, Abdul Muhid pun cuma berprofesi sebagai buruh tani. Penghasilan lelaki yang tak pernah sekolah ini pun hanya pas-pasan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Sementara sang istri (lulusan sekolah dasar) juga hanya seorang ibu rumah tangga.

Relawan dari Forum Komunikasi Mahasiswa Kabupaten Banjar (FKMKB), Nurul Habibah, juga terus berupaya membantu mencarikan donatur. Sementara ini setidaknya telah ada anggota DPRD Provinsi Kalsel yang bersedia membantu mengurus dana pendampingan untuk biaya pengobatan Jihan Aulia.

Seperti telah diwartakan BPost Online, tak ada yang mengetahui secara persis bagaimana kejadian tragis itu , Minggu (11/08/2019) sore, menimpa Jihan Aulia. Saat sang ibu sedang memasak nasi di rice coocker. Sang ibu meletakkan rice coocker di atas tempat beras.

EMPATIĀ - Ahmad Kamil didampingi kades Podok menyerahkan uang santuan kepada anak sulung Abdul Muhid di Desa Podok, Rabu (14/08/2019) sore.
EMPATI - Ahmad Kamil didampingi kades Podok menyerahkan uang santuan kepada anak sulung Abdul Muhid di Desa Podok, Rabu (14/08/2019) sore. (HO/Ahmad Kamil untuk Bpost)

Sementara itu Jihan Aulia yang berada di dapur merangkak ke sana kemari. Entah bagaimana kejadiannya, mungkin saat itu lagi asik-asyiknya merangkak tanpa sengaja menggapai rice coocker yang sedang dalam keadaan mendidih.

Baca: Hukuman Pelakor Disinggung Hotman Seusai Tanya Soal Mulan Jameela & Maia Estianty pada Tata Janeeta

Baca: 11 Kategori Artis Pansos Menurut Nikita Mirzani, Sindir Barbie Kumalasari dan Rosa Meldianti?

Seketika itu juga, beras panas (mendidih) di dalam rice coocker itu tumpah dan langsung menimpa wajah dan bagian tubuh belakang Jihan. Spontan balita ini berteriak menangis sejadi-jadinya. Sang ibu pun terkesiap dan mendapati sang anak telah mengerang kesakitan dengan keadaan kulit wajah dan kulit tubuh bagian belakang mengelupas berwarna kemerahan.

Sempat mendapatkan pertolongan dari warga kampung dengan berbagai macam cara, tapi tak membuahkan hasil. Lalu dilarikan ke Puskesmas Aluhaluh dan sleanjutnya dievakuasi ke RSU Ulin untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved