Tajuk

Bukan Sekadar Pesta Rakyat

MEGAH, meriah dan melibatkan semua elemen masyarakat. Begitulah suasana perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan

Bukan Sekadar Pesta Rakyat
banjarmasinpost.co.id/frans rumbon
Genta Tabalong saat tampil di Festival Kayutangi 2019 di Siring 0 Kilometer Banjarmasin, Rabu (14/8/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - MEGAH, meriah dan melibatkan semua elemen masyarakat. Begitulah suasana perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bertajuk pesta rakyat yang dipusatkan di Tugu Nol Kilometer Jalan Jenderal Sudirman.

Sejatinya, perayaan HUT Provinsi Kalsel, bukan sekadar pesta rakyat tapi menjadi momentum untuk mengevaluasi diri dan melakukan perbaikan-perbaikan ke depannya.

Di usia yang sudah memasuki dua pertiga abad, perkembangan pembangunan di provinsi Kalimantan Selatan terus melaju. Sudah banyak perubahan. Namun, pemerintah provinsi tak boleh lengah diri. Salah satu provinsi di Kalimantan akan menjadi ibu kota negara Republik Indonesia. Bisa saja Kalsel yang dipercaya. Tapi kalau pun bukan, semisal provinsi tetangga yang jadi ibu kota negara, maka Kalsel pun harus tetap bersiap diri.

Bukan hanya menggenjot pembangunan fisik, tapi sumber daya manusia (SDM) juga harus menjadi fokus perhatian. Jangan sampai, anak banua hanya menjadi penonton di banua sendiri.

Kepintaran anak banua tak kalah hebat dengan luar pulau. Pastinya, asal diberi kesempatan. Efek positif dari kehadiran ibu kota harus benar-benar dijadikan momentum yang bagus bagi urang banua untuk mengepakkan sayap.

Tentunya, untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas SDM harus ditunjang fasilitas yang mumpuni. Diantaranya, apakah sarana dan prasarana di Bumi Lambung Mangkurat ini sudah sesuai harapan dan memenuhi tuntutan kebutuhan publik.

Kenyataannya, masih banyak ditemui keluhan dan permasalahan. Ini menjadi tantangan sekaligus cambuk motivasi pemprov untuk terus berusaha memenuhinya. Salah satu yang patut mendapat apresiasi yakni operasional Bus Trapid Transit (BTR) yang baru diluncurkan bersamaan momen hari jadi Provinsi Kalsel.

Kehadiran BTR ini pun langsung disambut banyak peminat. Rencana berikutnya, jumlah bus akan ditambah lagi menjadi 5 unit. Semoga berjalan sesuai harapan.

Sementara, angkutan dalam kota (angkot) yang dulunya berjaya menaikkan derajat kaum sopir, kini nasibnya semakin terpuruk. Harus ada terobosan upaya merevitalisasi angkot agar fasilitas dan pelayanannya mampu bersaing, memberikan rasa nyaman dan menyenangkan bagi penumpangnya.

Kemudian, masalah terminal regional yang terkatung-katung. Sejak dicanangkan bakal dioperasikan pada 2017 lalu, hingga kini terminal Gambut Barakat di kilometer 17 Gambut, Kabupaten Banjar, belum juga menunjukkan denyut sebagai terminal regional. Padahal biaya yang tertanam miliaran rupiah dari dana APBD Kabupaten Banjar, Provinsi hingga Kementerian. Selain itu, masalah penanganan sampah regional, juga menjadi PR pemprov untuk mengoptimalkan pengelolaannya.

Keluhan masalah ini hanya sebagian kecil dari riak dinamika pembangunan banua menapaki usia 69 tahun Kalsel. Harapannya, Kalsel semakin mandiri dan dewasa dalam menyesaikan masalahnya. Masyarakatnya pun semakin damai sejahtera. Selamat ulang tahun Bumi Antasari. Semoga terus berseri dalam meniti hari, semakin mapan dan berjaya! (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved